Sejumlah pelaku perhotelan, para anggota Pramuka dan pelaku wisata lainnya membersihkan kawasan Malioboro dalam kegiatan Reresik Malioboro oleh IHGM, Minggu (26/2/2017) pagi. (Holy Kartika N.S /JIBI/Harian Jogja) Sejumlah pelaku perhotelan, para anggota Pramuka dan pelaku wisata lainnya membersihkan kawasan Malioboro dalam kegiatan Reresik Malioboro oleh IHGM, Minggu (26/2/2017) pagi. (Holy Kartika N.S /JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 8 Agustus 2017 14:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENATAAN MALIOBORO
UPT Malioboro Tambah Tenaga Kebersihan

Penataan Malioboro, Sekber dibentuk untuk kebutuhan menata dan mengawasi

Solopos.com, JOGJA — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Dinas Pariwisata Kota Jogja menambah tenaga kebersihan dari 15 orang per hari menjadi 25 orang. Hal ini seiring dengan banyaknya keluhan wisatawan terkait masih kumuhnya kawasan Malioboro.

“Karena petugas kebersihan ini tidak hanya menyapu, tapi juga mengangkut sampah, dan menguras tong sampah di sepanjang Malioboro supaya tidak bau, jadi petugasnya harus banyak, ” kata Kepala UPT Malioboro, Syarif Teguh Prabowo, Senin (7/8).

Syarif mengatakan, keluhan soal kebersihan Malioboro yang sempat ramai di media sosial dan media massa, langsung ia tanggpi. Kemrin, Dinas Pariwisata Kota Jogja, UPT Malioboro, dan pihak ketiga soal kebersihan langsung rapat evaluasi.

Syarif mengklaim masih kumuhnya malioboro karena dalam proses transisi petugas kebersihan. Saat ini selain menambah petugas, pihaknya menambah fekuensi penyapuan sepanjang kawasan Malioboro dari dua kali dalam sehari menjadi tiga kali. Menurutnya rencana itu sudah ada sebelumnya, namun baru diterapkan sekarang setelah melihat kondisi kebersihan Malioboro yang belum maksimal.

“Setalah disapu, malam harinya harus ada pengecekan lagi untuk memastikan tong sampah sudah kosong, bersih, dan tidak ada bau,” ujar Syarif. Senin tengah malam, rencananya jajaran Dinas Pariwisata akan mengecek langsung kondisi kebersihan Malioboro.

Sebelumnya beberapa tong sampah di kawasan semi pedestrian Malioboro menumpuk bahkan sampai meluber ke pedestrian. Kondisi tersebut merusak pemandangan bagi wisatawan yang berlibur di kawasan tersebut.

Syarif Tegus menyatakan dari informasi yang dia peroleh tempat sampah di sepanjang Jalan Malioboro tidak hanya sampah yang dihasilkan dari wisatawan, namun juga sampah dari pedagang di sekitar, bahkan dari warga kampung sekitar Malioboro.

Informasi itu dibenarkan oleh Koordinator Jogoboro, Ahmad Syamsudin. Pihaknya pernah mendapati langsung warga membuang sampah di tong sampah Malioboro, saat bertugas beberapa waktu lalu. “Mungkin mereka merasa sudah bayar retribusi kebersihan,” kata dia.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…