Pesepak bola PSIM Jogja Dimas Priyambodo (biru) berebut bola dengan pesepak bola Porab dalam laga uji coba di Lapangan Tamanan Bantul, Senin (3/7/2017) sore. (Jumali/JIBI/Harian Jogja) Pesepak bola PSIM Jogja Dimas Priyambodo (biru) berebut bola dengan pesepak bola Porab dalam laga uji coba di Lapangan Tamanan Bantul, Senin (3/7/2017) sore. (Jumali/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 8 Agustus 2017 07:20 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

LIGA 2 Madiun Bawa 2 Amunisi Barunya Saat Ditantang PSIM Jogja

Liga 2, PSIM Jogja akan melawan Madiun Putra

Solopos.com, MADIUN — Setidaknya dua pemain baru Madiun Putra, Syaiful Isa dan Rio Anggara dipastikan dibawa dalam 20 pemain Madiun Putra yang dibawa ke Jogja jelang menghadapi PSIM Jogja, Kamis (9/8/2017) di Stadion Sultan Agung, Bantul. Pada pekan ke sebelas lanjutan kompetisi Liga 2 2017 kali ini, Blue Force-julukan Madiun Putra mengincar poin di kandang PSIM.

“Kami bawa 20 pemain, termasuk dua pemain baru kami. Rencana besok pagi [pagi ini] kami akan bertolak ke Jogja dan sampai di sana siang hari,” ujar pelatih Madiun Putra Sartono Anwar kepada Harian Jogja, Selasa (7/8/2017) siang.

Mantan pelatih PSIS Semarang dan PSS Sleman ini mengungkapkan, padatnya jadwal pertandingan antara pekan kesepuluh dengan pekan kesebelas, membuat dirinya kesulitan untuk mempersiapkan tim. Sebab, Sartono hanya memiliki waktu sehari efektif untuk melakukan persiapan sebelum bertolak ke Jogja pada hari ini.

Meski demikian, pelatih asal Semarang ini mengakui telah mengetahui sedikit banyak kekuatan dari PSIM. Selain bermodal kemenangan 3-2 pada putaran pertama atas PSIM di kandang, Madiun Putra juga sedang dalam motivasi tinggi, menyusul kemenangan atas Persepam Madura Utama pada laga terakhir, Sabtu (5/8/2017) malam.

“Ini jadi kekuatan kami. Semoga saja modal kemenangan kemarin mampu mengangkat mental dan motivasi para pemain,” sambungnya.

Sementara pelatih PSIM Erwan Hendarwanto harus memutar otak untuk mengembalikan mental dan motivasi pemain usai ditekuk Persinga 2-0 di Stadion Ketonggo, Ngawi, Sabtu (5/8/2017) lalu. Pelatih asal Magelang ini menilai kegagalan meraih poin di Ngawi sekaligus menutup peluang PSIM lolos ke babak 16 besar terjadi karena buruknya penampilan para pemain. Para punggawa PSIM tidak hanya tampil di bawah penampilan namun nampak terbebani karena harus mencuri poin untuk bisa lolos ke 16 besar.

“Oleh karena itu kami tata kembali. Semoga kemarin bisa menjadi pelajaran dan pengalaman untuk mereka,” ucap Erwan

Lowongan Pekerjaan
CV Maharani Food, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…