Foto Ilustrasi pemadam kebakaran (JIBI/Bisnis /Nurul Hidayat) Foto Ilustrasi pemadam kebakaran (JIBI/Bisnis /Nurul Hidayat)
Selasa, 8 Agustus 2017 10:22 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

KEBAKARAN BANTUL
Jumlah Meningkat, Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Kebakaran Bantul mengalami peningkatan

Solopos.com, BANTUL — Kasus kebakaran di Bantul meningkat drastis beberapa bulan terakhir. Tiga kecamatan paling sering dilanda kebakaran.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Dwi Daryanto mengatakan peningkatan kasus kebakaran diprediksi turut dipicu perubahan angin yang semakin kencang pada musim kemarau. Angin yang semakin kencang lebih potensial memicu kebakaran, selain karena faktor arus pendek listrik.

Baca Juga : Ini 3 Kecamatan Paling Rawan Kebakaran di Bantul

Sedangkan tiga lokasi yang paling sering terjadi kebakaran menurutnya dikarenakan kondisi padat penduduk dan permukiman yang biasanya disertai pemasangan instalasi listrik asal-asalan.

“Penduduk dan rumah padat ditambah warga biasanya asal-asalan menyambung listrik dengan kabel sembarangan, ini sangat rawan memicu arus pendek,” papar Dwi Daryanto, Senin (7/8/2017).

Saat ini lanjutnya, operasi pemantauan kebakaran difokuskan di wilayah padat seperti Banguntapan. BPBD memiliki dua posko pemadam kebakaran, yaitu di kantor BPBD di Bantul kota serta di Banguntapan. BPBD memiliki dua unit armada pemadam kebakaran dan akan bertambah menjadi lima unit pada Desember nanti.

“Ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang tengah diperbaiki. Mobil hibah dari KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi]. Mudah-mudahan Desember nanti sudah bisa digunakan,” imbuh dia.

Kepala Pemadam Kebakaran BPBD Bantul Yohanes memastikan, tidak ada satu pun korban luka maupun korban jiwa dari total 58 kasus kebakaran sepanjang tahun ini. Kerugian yang diderita korban sejauh ini baru sebatas materi.

“Namun kami tidak bisa memprediksi berapa total kerugiannya,” kata Yohanes. Selain merugikan materi berupa bangunan dan harta benda di dalamnya, kasus kebakaran juga kerap terjadi di ladang tebu.

Lowongan Pekerjaan
CV. TUNAS MERAPI SEJAHTERA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…