Pelayat berdoa di rumah duka almarhum Basofi Soedirman di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2017) malam. (Foto Pemprov Jatim/Antarajatim) Pelayat berdoa di rumah duka almarhum Basofi Soedirman di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2017) malam. (Foto Pemprov Jatim/Antarajatim)
Selasa, 8 Agustus 2017 14:00 WIB JIBI/Solopos/Antara Peristiwa Share :

KABAR DUKA
Hari Ini Dimakamkan, Basofi Sudirman Wariskan Program Kembali Ke Desa

Basofi Sudirman dimakamkan di San Diego Hills.

Solopos.com, JAKARTA — Jenazah mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman dimakamkan secara militer di tempat permakaman San Diego Hills di Karawang, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017).

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf ada di antara para pelayat yang melepas Basofi menuju permakaman dari rumah duka di Taman Komplekd IAPCO Nomor 24 Jalan Kemang Timur Raya, Jakarta Selatan.

“Saya pribadi dan mewakili Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Basofi Sudirman. Selamat jalan, semoga seluruh jasa dan amal baiknya diterima Allah SWT,” kata Saifullah saat menyampaikan sambutan dalam prosesi pelepasan jenazah.

Dalam prosesi itu, perwakilan keluarga menyerahkan jenazah Basofi ke Inspektur Upacara, Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI Gadang Pambudi.

Menurut siaran pers pemerintah provinsi Jawa Timur, Saifullah mengatakan Basofi berjasa dalam menyejahterakan masyarakat Jawa Timur. Dia menyebut gubernur Jawa Timur periode 1993-1998 bernama lengkap Mayjen TNI (Purn) Mochammad Basofi Sudirman sebagai multitalenta, piawai berpolitik, ahli birokrasi, dan berjiwa wirausaha.

Sebelum menjadi Gubernur Jawa Timur, Basofi pernah menjabat Ketua DPD Golkar DKI dan semasa berkarier di militer pria kelahiran Bojonegoro 20 Desember 1940 itu antara lain pernah menjabat sebagai Kasdam Kodam I/Bukit Barisan (1986-1987).

Saifullah yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan Basofi antara lain mewariskan program “kembali ke desa” yang sampai sekarang masih relevan.

“Program tersebut mengandung semangat pemerataan pembangunan, jadi pembangunan tidak hanya dilakukan di kota-kota besar saja, tapi juga dilakukan di desa-desa sampai pelosok paling terpencil. Itulah semangat almarhum yang kami teruskan, kembangkan, dan kami inovasikan,” katanya.

Gus Ipul mendoakan keluarga Basofi agar diberi ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan.

PT. BPRS AL MABRUR KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…