industri jamu. 1. Depot Jamu Nyonya Meneer, Kurnia, yang terletak di Jl. Abdurahman Saleh No.82, Semarang. Hingga kini depot jamu resmi Nyonya Meneer itu masih beroperasi dan melayani pelanggan. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda Saputra)
Selasa, 8 Agustus 2017 10:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

INDUSTRI JAMU
Begini Jamu Nyonya Meneer di Mata Para Pelanggan

Industri jamu milik PT Nyonya Meneer diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Keputusan Pengadilan Niaga Semarang yang memutuskan perusahaan jamu PT Nyonya Meneer pailit memberikan kekecewaan bagi para pedagang jamu di Semarang, terutama yang pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan yang telah berdiri sejak 1919 itu. Mereka tak percaya jika perusahaan yang dulu pernah merajai industri jamu di Tanah Air kini tinggal kenangan.

PT Nyonya Meneer diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (3/8/2017), karena dianggap tak kuat lagi membayar utang-utangnya. Kendati pihak perusahaan berniat mengajukan kasasi atas keputusan itu, pada kenyataannya perusahaan yang kini dikelola generasi ketiga Nyonya Meneer itu sudah sejak lama tidak beroperasi.

Salah satu depot atau agen resmi PT Nyonya Meneer di Jl. Abdurahman Saleh No.82, Kota Semarang, Toko Kurnia, bahkan mengaku sudah sejak sebulan terakhir tak mendapat suplai produk-produk Nyonya Meneer dari para agen pemasaran. Padahal, produk-produk Nyonya Meneer terbilang masih digemari banyak pelanggannya.

“Pasca-Lebaran kemarin sudah enggak ada yang menyuplai produk Nyonya Meneer ke sini. Salesnya bilang kalau perusahaannya sudah bangkrut dan enggak lagi memproduksi,” ujar pemilik Toko Kurnia, Siti, 35, saat dijumpai Semarangpos.com di tokonya, Senin (7/8/2017).

industri jamu.

2. Siti, pemilik Depot Jamu Nyonya Meneer Kurnia di Jl. Abdurahman Saleh No. 82, Semarang, tengah menyeduh jamu untuk pelanggan, Senin (7/8/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda Saputra)

Siti mengaku sebenarnya banyak pelanggannya yang merupakan konsumen setia produk jamu Nyonya Meneer. Bahkan, tak jarang di antara mereka enggan meminum jamu produk lain jika tidak mendapati produk jamu Nyonya Meneer.

“Katanya sih kalau jamu Nyonya Meneer itu rasanya lebih halus dibanding produk jamu lainnya. Kalau produk jamu lainnya kasar. Tapi, mau bagaimana lagi wong stoknya kadang-kadang kosong,” beber Siti yang mengaku mengelola toko peninggalan orang tua yang sudah berdiri sejak era 1980-an itu.

Siti menyebutkan di antara produk-produk jamu PT Nyonya Meneer yang paling digemari pelanggan antara lain, jamu habis bersalin, jamu sawan, awet ayu, hingga produk baru seperti Rheumeneer. Produk-produk itu pun dijual dengan harga yang relatif terjangkau oleh masyarakat mulai Rp1.500/sachet-Rp2.000/sachet. Namun, jika diminum atau diseduh di toko itu harganya relatif lebih mahal, sekitar Rp10.000/gelas.

Kaget
Salah satu pelanggan Toko Kurnia, Dwi Royanto, mengaku kerap mengonsumsi jamu produk Nyonya Meneer. Bahkan, ia sering diminta istrinya untuk membelikan produk jamu yang dianggap legendaris itu.

“Waktu istri saya habis melahirkan dulu, saya sering membelikan jamu habis bersalin. Dan katanya sangat cocok dan mujarab,” tutur pria asal Boja, Kendal itu.

Sama halnya dengan Siti, Royan juga kaget saat mengetahui PT Nyonya Meneer bangkrut. Ia pun menduga PT Nyonya Meneer tak lagi mampu bersaing di pasaran menyusul banyak munculnya produk-produk obat herbal dari luar negeri.

“Kami kaget saat mendengar jika PT Nyonya Meneer sudah bangkrut. Kok bisa perusahaan jamu sebesar itu tutup. Padahal produknya masih banyak diminati. Mungkin [produknya] kalah bersaing dengan obat-obatan herbal yang saat ini sedang naik daun,” ujar Royan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
PT. KELOLA JASA ARTHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…