Kelompok tari Artha Dance Company menyuguhkan kesenian tari edan-edanan dalam pawai pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXIX "Umbyar Mak Byarr!" yang berlangsung di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (27/07/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Kelompok tari Artha Dance Company menyuguhkan kesenian tari edan-edanan dalam pawai pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXIX "Umbyar Mak Byarr!" yang berlangsung di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (27/07/2017). (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 8 Agustus 2017 20:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

FKY 2017 Berhasil Menyedot 90.000 Pegunjung

Event Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2017 diklaim telah menyedot hingga 90.000 pengunjung dalam waktu sepuluh hari

 

Solopos.com, BANTUL– Event Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2017 diklaim telah menyedot hingga 90.000 pengunjung dalam waktu sepuluh hari.

Media Relation FKY Ovi Avantie mengatakan, perpindahan lokasi FKY dari utara ke selatan tak menyurutkan animo pengunjung event tahunan itu. “Awalnya kami sempat khawatir, hari pertama hanya 4.000-an pengunjung. Kami mengira pengunjung sudah lelah datang ke selatan setelah kirab di wilayah utara,” ungkap Ovie Avantie, Selasa (8/8/2017).

Namun kunjungan wisatawan menurutnya terbayar pada hari kedua hingga sekarang. Dalam sehari di luar Sabtu malam, kunjungan wisatawan mencapai rata-rata 9.000 hingga 10.000 orang. Bahkan pada Sabtu malam jumlahhnya melonjak hingga 13.000 orang.

Jumlah kunjungan tersebar di berbagai titik pelaksanaan FKY baik di Gedung Pyramid Cafe Jalan Parangtritis, Bantul maupun di Kota Jogja. Panitia menempatkan petugas di tiap lokasi acara untuk mencatat jumlah kunjungan.

Dari sisi konten yang ditampilkan menurut Ovie, FKY 2017 telah merangkul berbagai kalangan tak mengenal usia. Aksi kesenian menampilkan anak-anak hingga orang dewasa. Para seniman-seniman muda juga banyak terlibat antara lain melalui karya-karya hasil perupa muda di DIY. Alhasil konten seni yang ditampilkan juga beragam. “Dan semua kegiatan tidak lepas dari tema FKY Umbar Mak Byarr,” tutur dia.

Umbar Mak Byarr bertolak dari ritus kehidupan manusia yang tidak bisa lepas dari masa istirahat. Di masa istirahat inilah orang bebas mengekspresikan diri. Tema besar Umbar diambil sebagai tajuk, dengan harapan supaya FKY ke-29 menjadi ruang festival di mana masyarakat bisa sejenak melepas kepenatan sekaligus memperoleh kesegaran baru.

FKY menjadi sarana untuk mengekspresikan gagasan dari semua pihak yang berkontribusi di dalamnya, entah itu sebagai desainer, budayawan, pembuat acara, seniman, maupun para pelaku pasar seni.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…