050213-Harian Jogja-Investasi kincir angin-01
Selasa, 8 Agustus 2017 11:28 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

ENERGI LISTRIK ALTERNATIF
Petani Pertanyakan Realisasi Mega Proyek Kincir Angin, Tapi?

Energi listrik alternatif berupa kincir angin tak ada kelanjutan

Solopos.com, BANTUL — Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang pernah diresmikan Presiden RI Joko Widodo di Sanden, Bantul 2015 lalu kini lenyap tak ada kabar. Target Bantul menjadi daerah perintis energi terbarukan semakin jauh dari harapan.

Baca Juga : ENERGI LISTRIK ALTERNATIF : Mega Proyek Kincir Angin Lenyap Kok?

Sampai detik ini, kata epala Desa Srigading, Sanden Wahyu Widodo, tidak pernah ada kabar lagi mengenai nasib proyek yang disebut bakal menelan biaya Rp1,8 tiriliun itu dari pihak investor PT. UPC Renewables Indonesia, investor asal Amerika Serikat maupun dari pemerintah.

“Saya tidak yakin proyek ini akan terlaksana. Sampai sekarang tidak ada kabarnya,” papar dia, Senin (7/8/2017).

Padahal kata dia, dirinya sudah meminta izin satu per satu ke petani yang lahannya terkena pembangunan kincir. Para petani tersebut bahkan antusias. Karena selain lahan mereka di sewa, mereka tetap bisa bertani di bawah tiang kincir. Proyek tersebut tak hanya ramah lingkungan namun juga minim konflik sosial karena tak butuh banyak lahan.

Sampai sekarang para petani kata dia mempertanyakan kepastian proyek tersebut. “Saya juga sering ditanyai petani, kapan kincir angin ini terlaksana, mereka sangat berharap sekali,” imbuh dia. Komunikasi terakhir dengan perwakilan investor lanjutnya pernah terjadi sekitar empat bulan lalu. Namun informasinya masih belum ada kepastian.

Wahyu Widodo sendiri semakin tidak yakin proyek tersebut bakal terealisasi bila melihat kenaikan tarif listrik saat ini. “Yang saya tahu, PLN [Perusahaan Listrik Negara] akan membeli harga listrik PLTB di atas harga listrik konvensional, padahal tahu sendiri tarif listrik sekarang naik. Mungkin juga berat dari sisi harga. Belum lagi masalah kepastian dan persetujuan dari pemerintah provinsi,” tuturnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Fenti Yusdayati mengatakan, hingga sekarang tidak pernah ada kabar dari Pemerintah DIY proyek itu akan terealisasi. “Kami juga menunggu, karena belum ada kepastian. Kami juga belum dapat kabar dari DIY,” jelas Fenti Yusdayati.

Lowongan Pekerjaan
PT. MEGA KHARISMA PACKINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…