Mohammed bin Salman (Independent.co.uk) Mohammed bin Salman (Independent.co.uk)
Selasa, 8 Agustus 2017 14:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Bangun Resort Mewah, Arab Saudi Izinkan Wanita Berbikini

Pangeran Muhammad bin Salman disebut-sebut sebagai sosok di balik gagasan modern ini. 

Solopos.com, JEDDAH – Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan wanita menggunakan bikini di pantai. Kebijakan ini dalam rangka meningkatkan ekonomi pariwisatanya.

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan dimulainya proyek pembangunan tempat wisata berkelas dunia di Laut Merah. Di tempat berlibur itu nantinya wanita Saudi akan dibolehkan memakai bikini.

Proyek resort mewah ini akan dimulai pada tahun 2019, dengan tahap pertama ditargetkan akan selesai pada tahun 2022. Dia juga akan merancang undang-undang untuk aturan di bangunan resort, serta aturan diperbolehkannya wanita bersantai di pantai menggunakan bikini.

Pemerintah Arab Saudi ternyata tidak main-main dengan rencananya. Tidak hanya sekedar resort mewah, namun pemerintah juga merancang dimana traveler nantinya bisa melakukan aktivitas outdoor yang menyenangkan, seperti terjun payung, trekking, dan panjat tebing di Arab Saudi.

Selain itu, pengunjung juga bisa berkunjung ke kawasan satwa langka seperti macan tutul dan burung elang. Traveler juga bisa melihat reruntuhan kuno Mada’in Saleh, sebuah situs cagar budaya UNESCO yang berada di Arab Saudi. Satu hal lagi, traveler tidak memerlukan visa bila ingin berkunjung ke Arab Saudi.

Dilansir Sputniknews, Senin (7/8/2017), Pangeran Muhammad bin Salman, putra Raja Salman bin Abdul Aziz, disebut-sebut sebagai sosok di balik gagasan modern ini.

Dalam pernyataannya, pemerintah Saudi menuturkan tempat wisata supermewah itu akan dikelola menurut standar internasional.

Di Laut Merah itu nantinya akan dibangun juga 50 pulau buatan dengan fasilitas liburan kelas dunia.

Mantan Duta Besar Saudi untuk Libanon Massoud Maalouf mengatakan proyek ambisius ini bagian dari upaya kerajaan untuk memperbaiki citra negatif Saudi di mata dunia yang dinilai masih mengekang kaum perempuan.

Namun kebijakan pemerintah ini, kata Maalaouf, tidak akan serta merta mengubah kehidupan kaum hawa di kalangan ekonomi bawah. “Dengan aturan yang masih serba ketat saat ini [bagi perempuan], sulit mengharapkan perubahan drastis bisa terjadi,” kata dia.

Selama ini kaum hawa di Saudi masih dilarang mengemudi dan setiap keluar rumah harus memakai pakaian serba tertutup berwarna hitam.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…