Lomba kaligrafi menjadi salah satu perlombaan yang digelar di Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang digelar di MAN 2 Wates pada Rabu (1/3/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Lomba kaligrafi menjadi salah satu perlombaan yang digelar di Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang digelar di MAN 2 Wates pada Rabu (1/3/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 8 Agustus 2017 09:22 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

AKSIOMA 2017
3.000 Peserta Siap Berkompetisi hingga 12 Agustus

Aksioma 2017 digelar di Jogja.

Solopos.com, JOGJA — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) nasional di Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (7/8/2017) malam. Dalam kesempatan tersebut Lukman berpesan agar siswa siswi madrasah wajib menjaga diri dan menjaga negeri.

Baca Juga : AKSIOMA 2017 : Menteri Agama: Siswa Madrasah Wajib Menjaga Negeri
Lukman berharap peserta Aksioma dan KSM datang ke Jogja bukan sekadar berkompetisi, tetapi bersama saling mengharukan negeri dengan memperlihatkan keahlian masing-masing dalam bidang sains, seni, dan olahraga. Anak-anak madrasah datang bukan buktikan jumawa tetapi meyakini datang dengan hati ingin menununjukan mereka siap berkompetisi maju bersama saling senergi demi ibu pertiwi.

Dalam Aksioma dan KSM yang digelar di Jogja tahun ini diikuti sekitar 3.000 peserta madrasah dan sekolah perwakilan dari berbagai daerah se-Indonesia. Mereka merupakan hasil seleksi tingkat kota dan kabupaten hingga provinsi. Mereka akan berkompetisi sampai 12 Agustus mendatang.

Beberapa kegiatan yang dilombakan adalah tilawatil Quran, pidato bahasa asing, kaligrafi, dan berbagai cabang olahraga, serta lomba tulis ilmiah.

“Aksioma merupakan kegiatan rutin Kemenag tiap dua tahun sebagai wadah pengembangan minat dan bakat siswa madrasah di bidang seni dan olahraga, serta penanaman nilai sportifitas,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama, Kamaruddin Amin.

Kamaruddin mengatakan Kompetisi Sain Madrasah memiliki keunggulan dibanding Olimpiade Sains Nasional karena KSM memadukan pengetahuan umum dan pengetahuan agama Islam. Ia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual tapi memiliki karakter yang kuat dalam beragama, berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono mengatakan,

“Ajang ini menjadi mementum bagi madrasah untuk berhijrah menjadi lebih baik lagi dengan mengembangkan bakat siswa. Apapun bisa diraih dengan modal keimanan, ketekunan dan doa,” kata Sultan yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam X.

Dalam pembukaan Aksioma dan KSM tersebut dimeriahkan dengan tarian kolosal yang diikuti 500 siswa siswi madrasah se-DIY yang disutradarai Didik Nini Towok. Selin itu ada Budayawan Emha Ainun Najib dan Kyai Kanjeng, serta Band Letto.

Lowongan Pekerjaan
PT. GITA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…