Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memotong rambut gimbal salah satu Anak Bajang dalam acara puncak Dieng Culture Festival 2017 di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, Minggu (6/8/2017). (Twitter-@kominfo_jtg) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memotong rambut gimbal salah satu Anak Bajang dalam acara puncak Dieng Culture Festival 2017 di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, Minggu (6/8/2017). (Twitter-@kominfo_jtg)
Selasa, 8 Agustus 2017 07:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

AGENDA JATENG
Di Dieng Culture Festival, Ada Anak Bajang Minta Buku Listrik

Agenda Dieng Culture Festival 2017 di Banjarnegara, Jateng diwarnai dengan Ritual Potong Rambut Gembel Anak Bajang yang salah satu ritualnya menuruti permintaan si Anak Bajang.

Solopos.com, BANJARNEGARA – Acara Dieng Culture Festival 2017 di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) diakhiri dengan acara pucak, yakni Ritual Potong Rambut Gembel Si Anak Bajang, Minggu (6/8/2017). Ada kisah unik dalam salah satu agenda Jateng tersebut saat ada salah satu Anak Bajang meminta buku listrik.

Si Anak Bajang adalah sebutan bagi anak di Dataran Dinggi Dieng yang memiliki rambut gimbal. Semua permintaan Si Anak Bajang memang harus dituruti jika rambut gimbalnya yang tumbuh secara alami sejak lahir hendak dipotong. Hal itu tak lepas dari kepercayaan turun-temurun yang dilestarikan masyarakat Dieng.

Pengelola akun Twitter milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng mengabarkan ada salah satu Anak Bajang yang meminta buku listrik sebelum rambut gimbalnya dipotong. “Buku Berlistrik Permintaan Favorit Bocah Rambut Gimbal,” ungkap pengelola akun Twitter @kominfo_jtg, Senin (7/8/2017).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mengetahui twit Diskominfo Jateng itu lantas memberikan penjelasan lebih lanjut. “Buku ada setrumnya,” ungkap sang gubnernur.

Namun penjelasan dari gubernur Jateng itu tampaknya tak menjelaskan apapun. Dikutip dari laman resmi Internet milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, buku listrik yang dimaksud salah satu Anak Bajang yang menjadi peserta acara puncak Dieng Culture Festival 2017 itu adalah tablet atau perangkat komputer genggam yang dioperasikan melalui layar sentuh atau pena digital.

Anak Bajang yang meminta barang tersebut sebelum rambut gimbalnya dipotong adalah seorang gadis kecil berusia lima tahun, asal Desa Salam, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

Sebelumnya, pada salah satu agenda di Jateng itu, sang gubernur telah mengungkapkan Si Anak Bajang yang hendak dipotong rambut gimbalnya memang mengungkapkan berbagai macam permintaan, seperti sepeda, kambing, bahkan sapi. Permintaan itu memang harus dituruti sebelum rambut gimbal Si Anak bajang yang tumbuh alami dipotong.

[Baca juga: Rambut Gimbal Dicukur, Anak Bajang Minta Sepeda Hingga Sapi]

Sehari sebelum acara puncak tersebut digelar, Gubernur Ganjar turut memeriahkannya dengan bernyanyi bersama penyanyi ternama, Katon Bagaskara, di acara Jazz Atas Awan, Sabtu (5/8/2017). Dalam salah satu agenda di Jateng itu, Ganjar bersama Katon juga sempat menerbangkan lampion bersama ribuan penonton yang hadir. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
PT. MEGA KHARISMA PACKINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…