Ilustrasi imunisasi (Burhan Aris N./JIBI/Solopos) Ilustrasi imunisasi (Burhan Aris N./JIBI/Solopos)
Selasa, 8 Agustus 2017 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

148.000 Anak Trenggalek Jadi Sasaran Imunisasi MR

Program imunisasi MR dilakukan terhadap 148.000 anak Trenggalek.

Solopos.com, TRENGGALEK — Gerakan imunisasi campak dan rubella (measles and rubella/MR) yang digelar Dinas Kesehatan Trenggalek diikuti lebih dari 148.000 anak secara bertahap mulai Senin (7/8/2017).

Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak di Trenggalek berharap digelarnya imunisasi MR secara menyeluruh bisa mencegah penularan bakteri campak dan rubella pada gerenasi muda Trenggalek, karena bisa berdampak fatal hingga menyebabkan kematian.

“Kami meminta semua pihak untuk ikut mengkampanyekan gerakan ini, bahwasanya imunisasi ini penting dan tidak membahayakan,” kata Emil sebagaimana dikutip di laman resmi Humas Setda Trenggalek, Selasa (8/8/2017).

Emil yang Wakil ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia (Apkasi) itu juga mengingatkan bahwa imunisasi MR sangat penting untuk mencegah campak dan rubela yang bisa mengakibatkan cacat bawaan pada anak-anak dan generasi muda Trenggalek.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Sugito Teguh, imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia, khususnya generasi muda Trenggalek dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan.

“Vaksinasi MR merupakan upaya pemerintah untuk menjaga generasi muda bangsa dapat sehat, terbebas dari campak dan rubela, sehingga mereka dapat tumbuh kembang dengan baik dan bisa bersaing dengan dengan bangsa lain,” katanya.

Dia mengatakan di Trenggalek ada lebih dari 146.000 anak yang masuk skema wajib imunisasi MR. Jumlah anak sebanyak itu tersebar di 14 kecamatan yang ada di kawasan pesisir selatan dan berbatasan dengan Kabupaten Pacitan serta Tulungagung.

Sugito Teguh menyampaikan saat ini pihaknya telah melakukan pemberian vaksin kepada 19.263 anak di tingkat SD maupun SMP.

“Sepekan terakhir kami sudah melakukan vaksinasi kepada 19.263 anak dari total sasaran imunisasi di Trenggalek sebanyak 146.000 anak. Sasarannya mulai usia sembilan bulan sampai dengan 15 tahun,” katanya.

Untuk tahap awal, lanjut dia, dinkes melakukan imunisasi kepada anak yang duduk di bangku sekolah dasar serta SMP. Setelah itu baru dilanjutkan dengan menyasar anak-anak balita serta siswa pendidikan anak usia dini (PAUD), serta remaja kelompok SMA/SMK yang usianya kurang dari 15 tahun.

Lowongan Pekerjaan
Sales Lapangan FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….