Suasana pemandangan salah satu sisi perbukitan menoreh di Desa Banjaroya, beberapa waktu lalu. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana pemandangan salah satu sisi perbukitan menoreh di Desa Banjaroya, beberapa waktu lalu. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 7 Agustus 2017 02:22 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

WISATA KULONPROGO
Live In Di Banjaroya, Tentramnya Hidup Bersama Alam

Wisata Kulonprogo berikut di embung Tonogoro

Solopos.com, KULONPROGO — Banjaroya memiliki potensi wisata embung Tonogoro dengan produk unggulan durian menoreh. Namun ternyata, desa nan hijau yang terletak di Kecamatan Kalibawang itu menawarkan wisata live in.

Berada di Desa Banjaroya seakan sebuah keberuntungan tersendiri. Hawa sejuk dan suasana desa yang tenang, semakin sempurna dengan pemandangan tiga gunung yang mengelilingi desa tersebut, yaitu gunung Merbabu, Merapi dan Sumbing. Tiga gunung ini seakan memeluk Banjaroya yang memberikan kesempatan bagi warga dan wisatawan yang live in di sana, merasakan hidup dengan alam.

Kepala Desa Banjaroya, Anton Supriyono mengatakan, wisata live in adalah salah satu jenis wisata yang ditawarkan kepada wisatawan yang datang ke Kalibawang, selain hanya ke Embung Tonogoro yang memang sudah populer lebih dahulu. Saat homestay, wisatawan bisa menggunakan layanan homestay yang tersebar di rumah-rumah penduduk. Warga setempat juga akan menerima wisatawan dengan keramahan khas warga Banjaroya.

“Ada ratusan home stay yang setiap penghuni satu rumah dengan pemiliknya. Ini cukup diminati wisatawan,” jelasnya, beberapa waktu lalu.

Dengan live in, wisatawan tinggal di rumah warga Banjaroya dan melakukan aktivitas layaknya masyarakat setempat. Membaur sekaligus mengenal budaya setempat. Wisata yang belum lama hadir ini, menjadi satu tawaran baru untuk menambah khazanah wisata saat menyambangi Banjaroya. Selain live in, wisatawan bisa mempelajari ilmu agrowisata, mulai dari belajar cara budidaya durian, kelengkeng, dan ikan di Embung Tonogoro dengan gratis.

Anton menambahkan, desa juga menyiapkan diri untuk menyambut Banjaroya menjadi salah satu pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Sejumlah cara yang dilakukan melakukan pembagian pengelolaan pariwisata dengan lebih baik, pelayanan kepada wisatawan, meningkatkan promo ke media sosial. Kendati demikian, mereka juga melakukan pendekatan kesadaran akan pentingnya melestarikan ekosistem di desa.

Salah satu pengunjung asal Bekasi, Fransiska Rumende mengungkapkan rasa senang bisa mendapat pengalaman live in di Banjaroya. Menurut dia, warga menyambutnya dan teman-temannya yang live in di sana dengan begitu ramah. Mengikuti live in memberikan kesempatan baginya untuk melakukan banyak hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…