Ilustrasi Bandara Internasional Dubai (Youtube) Ilustrasi Bandara Internasional Dubai (Youtube)
Senin, 7 Agustus 2017 21:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internet Share :

TRENDING SOSMED
Weh, Bandara Dubai Pakai Bahasa Jawa untuk Sampaikan Pengumuman

Trending sosmed kali ini tentang Bandara Dubai yang memakai bahasa Jawa untuk menyampaikan pengumuman.

Solopos.com, SOLO – Pengumuman di bandara internasional lazimnya disampaikan dalam bahasa Inggris. Sebab, bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang dimengerti hampir semua orang di berbagai belahan dunia. Jika ada bahasa lain, biasanya bahasa negara itulah yang dipakai untuk menyampaikan pengumuman.

Tapi, pihak pengelola Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, malah menyampaikan pengumuman menggunakan bahasa Jawa. Pengumuman unik itu membuat salah seorang warga Indonesia, Wahyu Pratomo kaget. Ia lantas merekam suara tersebut dan diunggah sebagai story di akun Instagram pribadinya, @wahyupratomo dan channel Youtube, donotsettle, Selasa (1/8/2017).

Dalam video viral yang banyak diunggah di Youtube itu terdengar suara wanita menyampaikan pengumuman menggunakan bahasa Jawa kromo. “Nuwun sewu bapak-bapak soho ibu-ibu. Penerbangan Emirates Ek tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bahde,” demikian penggalan pengumuman penerbangan EK 358 rute Dubai-Jakarta di bandara internasional tersibuk di dunia itu.

Wahyu tampak tak kuasa menahan tawa mendengar pengumuman unik dalam video berdurasi 15 detik itu. Video itu pun ramai dikomentari warganet. Mereka kagum mendengar bahasa Jawa yang mendunia.

“Waduh di desaku enggak ada pengumuman kayak begitu. Bagus banget bahasanya,” tulis akun Suryadi Sukoco.

“Wah, terdengar halus sekali pengumumannya,” sambung akun Ag Sukandar.

“Semoga bahasa Jawa jadi bahasa internasional ya,” lanjut akun Indra Wahyudi.

“Tahu enggak kenapa di ruang boarding-nya pakai bahasa Jawa? Itu karena 90 persen penumpang Emirates dari Dubai ke Jakarta itu dari Jawa. Mereka kebanyakan bahasa Indonesia-nya enggak bagus. Makanya pertamanya dimumkan bahasa Inggris, lalu bahasa Indonesia, setelah itu bahasa Jawa,” terang akun bekap bekap. 

STAFF MARKETING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…