Ilustrasi aktivitas pekerja industri mebel (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Ilustrasi aktivitas pekerja industri mebel (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Senin, 7 Agustus 2017 01:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

TIPS BISNIS
Diferensiasi Produk Picu Kenaikan Penjualan, Mau Coba?

Tips bisnis berikut mengenai cara meningkatkan penjualan

Solopos.com, JOGJA — Pengusaha furnitur perlu memiliki daya kreasi yang tinggi untuk memproduksi barang yang berbeda dengan kompetitor. Selain diferensiasi produk, penjualan online juga bisa menjadi media memasarkan furnitur ke luar negeri.

Produk furnitur biasanya memiliki ukuran dan volume yang besar sehingga pengusaha maupun customer enggan jika harus dikirim jarak jauh melalui ekspedisi. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas dari pengusaha untuk membuat produknya praktis.

Miasanti Meilani selaku pengusaha furnitur Ayoyoo di Kasongan, Bantul, memilih untuk memproduksi furnitur berukuran kecil sehingga masih memungkinkan jika akan dikirim ke daerah yang jauh. Menyadari bahwa persaingan usaha furnitur di Jogja cukup ketat, ia pun memilih cara itu agar bisa masuk ke pasar luar daerah dan luar negeri. “Kebetulan karena sekarang trennya sedang rumah kecil maka saya juga fokus pada produk furnitur yang kecil,” katanya ditemui Harianjogja.com di daerah Condongcatur, Jumat (4/8/2017).

Tidak hanya berukuran kecil, produk yang dihasilkan pun mengangkat tema eco friendly. “Kayu yang untuk perusahaan besar itu dibuang, di kami bisa diolah. Kami pakai dahan-dahannya juga, kain perca juga,” lanjutnya. Mia meyakini dengan diferensiasi produk tersebut bisa menonjolkan karakter sebuah produk sehingga mudah dicari konsumen. Baginya, di tengah persaingan bisnis, daya kreativitas perajin memang dituntut lebih tinggi.

Ia mengakui, dengan model furnitur yang selalu diperbarui setiap bulan, diferensiasi bahan baku dan konsep, serta gencarnya pemasaran melalui online, bisnis furnitur yang ia tekuni sejak 2014 tersebut semakin berkembang. Setidaknya setiap bulan ia mencatatkan pertumbuhan penjualan sampai 50% dengan total penjualan sampai 700 item furnitur. Tidak hanya Papua dan Aceh yang menjadi daerah pemasaran terjauh, ia juga bisa menjual produknya sampai Korea, Arab Saudi, Jepang, dan terbanyak Malaysia.

Pertumbuhan bisnis furnitur secara umum juga tercatat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY. Data BPS DIY menyebutkan, pertumbuhan produksi Industri manufaktur besar dan sedang (IBS) DIY triwulan II 2017 terhadap triwulan I 2017 mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,17%. Hal in idisebabkan oleh pertumbuhan positif dari beberapa jenis industri.

Kepala BPS DIY JB. Priyono mengatakan, jenis industri yang mengalami pertumbuhan positif salah satunya furnitur yang mampu tumbuh 13,14%. “Permintaan produksinya meningkat sehingga membuat industri ini tumbuh positif,” katanya.

Sebaliknya, industri yang tumbuh negatif di antaranya industri industri karet, barang dari karet dan plastik, serta industri pakaian yang masing-masing mengalami penurunan pertumbuhan -4,82%, -1,79%, dan -1,15%.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…