Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo) Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti. (JIBI/Solopos/Antara/R. Rekotomo)
Senin, 7 Agustus 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Semarang Creative Galeri Langsung Jadi Sasaran Studi Banding

Semarang Creative Galeri hanya butuh tiga hari untuk dianggap layak menjadi lokasi studi banding.

Solopos.com, SEMARANG — Tak harus menunggu lama bagi Galeri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Semarang atau Semarang Creative Gallery di Kota Lama Semarang untuk kondang. Cukup tiga hari setelah diresmikan Selasa (1/8/2017) lalu, galeri UKM di kawasan padat bangunan cagar budaya di Kota Semarang itu sudah menjadi tempat studi banding.

“Ya, tentu saja surprise sekali. Baru tiga hari [diresmikan] sudah dikenal banyak orang,” aku Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Kota Semarang. Hal tersebut diungkapkan Ita—sapaan akrab Hevearita—yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang itu seusai meninjau Semarang Creative Galllery yang menjadi galeri produk UMKM kelas premium itu, Jumat (4/8/2017).

Ita menyebutkan sudah cukup banyak pemerintah daerah lain yang melakukan studi banding ke Semarang Creative Gallery yang menjadi bagian dari konsep penataan kawasan Kota Lama Semarang. “Seperti, dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, kemudian banyak tamu-tamu dari Jakarta yang ke sini, ada juga bule-bule,” kata Wawali yang sempat berbincang dengan salah satu turis asing.

Ia optimistis dengan hadirnya Semarang Creative Galllery akan membuat kawasan Kota Lama menjadi tempat favorit berwisata, baik dari warga Semarang maupun masyarakat luar kota. “Kami berkeinginan membuat lebih bagus kawasan di sekitar ini. Nanti, di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017, rencananya akan dibuat taman-taman,” katanya.

Nantinya, kata dia, penataan kawasan Kota Lama Semarang, terutama jalan-jalannya, akan menjadi satu kesatuan dengan Galeri UMKM sehingga terlihat lebih rapi dan tertata. “Tadi, sudah ada beberapa pemilik bangunan di Kota Lama yang menginginkan gedungnya dibuat konsep seperti ini [Galeri UMKM]. Mereka minta segera dilakukan konsep seperti ini,” katanya.

Pemerintah Kota Semarang, kata dia, bersedia membantu, dalam arti konsepnya karena revitalisasi kawasan penuh bangunan cagar budaya tersebut memang diarahkan menjadi satu kesatuan yang terintegrasi. “Tentu, kami bisa membantu secara konsep. Apalagi, saya juga sebagai Ketua BPK2L Semarang akan bersama-sama melakukan supervisi terhadap bangunan-bangunan yang ada,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

STAFF MARKETING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…