Puluhan suporter Persiba, Paserbumi mendatangi gedung DPRD Bantul untuk mengadu kasus dugaan penganiayaan oleh SatPol PP, Rabu (2/8/2017).(Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Puluhan suporter Persiba, Paserbumi mendatangi gedung DPRD Bantul untuk mengadu kasus dugaan penganiayaan oleh SatPol PP, Rabu (2/8/2017).(Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 7 Agustus 2017 20:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

RICUH SUPORTER
Satpol PP Upayakan Penyelesaian secara Kekeluargaan

Pihak Satpol PP memenuhi panggilan Komisi A DPRD Bantul, Senin (7/82017)

Solopos.com, BANTUL–Setelah kisruh saling lapor dugaan penganiayaan antara pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan suporter Persiba Paserbumi, Senin (7/82017) pihak Satpol PP memenuhi panggilan Komisi A DPRD Bantul.

Baca juga : RICUH SUPORTER : Satpol PP dan Paserbumi Sama-Sama Lapor Polisi

Pertemuan yang bersifat internal tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Namun seusai pertemuan berakhir, pihak Satpol PP enggan berkomentar dan menghindar saat ditanyai oleh wartawan.

Ketua Komisi A, Endro Sulastomo mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk mengklarifikasi keterangan dari kedua belah pihak agar berimbang. Pihaknya juga berencana untuk memanggil pihak Pasebumi pada Selasa (8/8/2017).

Endro menyebut pihak Satpol PP mengakui adanya insiden baku hantam akibat emosi sesaat buntut dari kericuhan saat pertandingan Persiba Bantul melawan PPSM Magelang di Stadion Sultan Agung.

“Menurut mereka ini sebatas jiwa korsa. Apapun alasannya ya tidak boleh terjadi, getun [sangat disesalkan],” ujarnya.

Dalam audiensi itu, disimpulkan bahwa pihak Satpol PP akan berupaya menempuh jalur kekeluargaan agar konflik yang terjadi tidak berkepanjangan. Endro mengatakan pihaknya siap untuk menjadi fasilitator upaya perdamaian kedua belah pihak.

Meski begitu, semua keputusan ada di kedua belah pihak apalagi proses hukum sedang berlangsung. Endro menambahkan apapun alasannya kejadian di kantor Satpol PP tersebut tidak dibenarkan terjadi. Sehingga sanksi kepada aparatur sipil negara (ASN) tetap harus diberlakukan.

Nampak hadir dalam audiensi, Sekretaris Satpol PP Bantul Jati Bayu Broto, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Bantul Anton Victori, dan Kepala Inspektorat Bantul Hermawan Setiaji.

Hermawan yang pernah menjabat sebagai Kasatpol PP Bantul tersebut membenarkan upaya damai yang diusulkan oleh Pemkab Bantul. Menurutnya jika Paserbumi juga memiliki keinginan yang sama, maka kedua belah pihak akan dipertemukan.

“Intinya dari Pemerintah Daerah menghendaki perdamaian, nanti jika Paserbumi mau hal yang sama kita pertemukan,” ucapnya.

Lowongan Pekerjaan
PT. GITA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…