Ilustrasi
Senin, 7 Agustus 2017 05:23 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PRESTASI MAHASISWA
Selamat, UMY Juara MTQ dan Kaligrafi

Prestasi mahasiswa di dunia lomba keagamaan

Solopos.com, BANTUL – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperoleh juara kedua dalam lomba Musabaqoh Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XV yang digelar oleh Kemenristekdikti pada pada Jumat (28/7/2017) hingga Kamis (3/8/2017) lalu di Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya. Juara MTQ dipersembahkan oleh Nabil Mubarok, mahasiswa Jurusan Komunikasi Konseling Islam. Sedangkan pada cabang Kaligrafi putra, juara kedua disumbangkan oleh Ahmad Fandi, mahasiswa Hubungan Internasional.

Ketua Delegasi Mahasiswa UMY Imam Arifin menjelaskan dalam MTQN XV tersebut, ada 13 cabang lomba. UMY mengikuti 11 cabang, dengan membawa 24 mahasiswa sebagai delegasi untuk mengikuti perlombaan. Dari 11 cabang tersebut, antara lain Tilawah, Tartil Qur’an, Kaligrafi, Karya Tulis Ilmiah Al-quran, Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris dan Hifdzil Quran kategori 5 juz, 10 juz hingga 20 Juz.

“Persiapan sudah dilakukan sejak Februari lalu. Setelah melalui proses seleksi oleh LPTQ [Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an] UMY, diambil dua peserta sebagai perwakilan setiap cabang lomba,” terangnya dalam rilis kepada Solopos.com, Sabtu (5/8/2017).

Para peserta lomba MTQMN yang terpilih, selanjutnya menjalani karantina di UMY untuk mendapatkan pelatihan secara berkelanjutan sejak 3 hingga 26 Juli 2017 lalu. Menurutnya, minat mahasiswa UMY untuk berpartisipasi di perlombaan tersebut cukup tinggi, karena pendaftar mencapai 160 mahasiswa.

Ia menambahkan, LPTQ berpartisipasi di berbagai perlombaan baik di level regional maupun nasional. Ia menarget mampu mempertahankan gelar juara dalam Festival Alquran PTN/PTS se-Indonesia yang akan diadakan di 2018 mendatang. Mengingat, pada festival tahun sebelumnya, UMY memperoleh predikat juara umum.

“Kami menargetkan juara dalam MTQ Mahasiswa Nasional pada 2018. Saat ini UMY menduduki peringkat empat nasional dari 251 kampus se-Indonesia dan kita masuk kategori terbaik untuk PTS. Kita juga akan berusaha untuk bersaing dengan universitas yang saat ini berada di tiga besar,” kata dia.

Mahasiswa yang ingin mengikuti perlombaan tersebut, lanjut Arifin, harus tergabung dalam LPTQ. Meski sebenarnya LPTQ UMY tidak mengharuskan anggotanya untuk mencapai juara karena inti dari kegiatan lembaga tersebut adalah dakwah.

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…