Perwakilan PKL Sunday Market mendengarkan arahan dari Kepala Dispora Solo, Joni Hari Sumantri, saat menghadiri pertemuan di Gelanggang Pemuda Bung Karno Stadion Manahan, Senin (7/8/2017) sore. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Perwakilan PKL Sunday Market mendengarkan arahan dari Kepala Dispora Solo, Joni Hari Sumantri, saat menghadiri pertemuan di Gelanggang Pemuda Bung Karno Stadion Manahan, Senin (7/8/2017) sore. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Senin, 7 Agustus 2017 17:31 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PKL SOLO
Pedagang Sunday Market Manahan Mulai Tak Tertib Jualan

PKL Solo di Sunday Market Manahan akan didata kembali.

Solopos.com, SOLO — Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Solo bakal mendata ulang jumlah pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market yang beraktivitas di kompleks Stadion Manahan.

Kepala Dispora Solo, Joni Hari Sumantri, mengatakan Dispora kini kerap mendapati banyak PKL berjualan tidak tertib dengan menggelar lapak di luar zona berjualan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Dispora akan melakukan pendataan ulang guna mengetahui jumlah dan identitas PKL yang kini meramaikan kegiatan Sunday Market. Dia menilai, ada dua kemungkinan penyebab PKL berjualan di luar zona, yakni PKL lama tidak tertib atau datang PKL baru.

“Perkiraan sementara kami, bukan PKL lama yang berjualan di luar zona. Kelihatannya ada pemain baru yang memang harus ditertibkan. Jika berjualan di luar zona, PKL bisa mengganggu aktivitas pengguna sarana lain di kompleks Stadion Manahan,” kata Joni saat ditemui Solopos.com setelah menggelar pertemuan dengan 40 orang perwakilan PKL Sunday Market di Gelanggang Pemuda Bung Karno Stadion Manahan, Senin (7/8/2017) sore.

Joni belum bisa memastikan kapan pendataan PKL Sunday Market akan dilakukan. Yang jelas, lanjut dia, pendataan akan dikerjakan Dispora dalam waktu dekat dengan menggandeng petugas dari Dinas Perdagangan (Disdag) Solo dan Satpol PP Solo.

Joni menerangkan, secara teknis, pendataan bakal dilakukan dengan cara menghitung jumlah pedagang dan mencocokan identitas mereka dengan data PKL lama yang telah dimiliki Pemkot Solo. Dispora terpaksa akan meminta PKL baru atau yang tidak terdaftar dalam data tersebut untuk tidak lagi berjualan di Sunday Market.

“Pendataan bisa pada pekan ini atau pekan depan atau pekan selanjutnya. Biar kami koordinasi dulu dengan dinas terkait. Berdasarkan data lama, jumlah PKL yang dizinkan berjualan di Sunday Market ada 1.600 orang. Sudah semestinya tidak ada tambahan. Kita harus melihat kapasitas lahan. Jangan sampai keberadaan PKL mengganggu masyarakat yang ingin olahraga,” jelas Joni.

Joni menegaskan PKL Sunday Market boleh berjualan setiap Minggu pukul 05.00 WIB hingga 11.00 WIB hanya di seputaran bangunan Velodrome. Dispora melarang PKL berjualan hingga melebar ke lapangan parkir dan seputaran lapangan Stadion Manahan.

Dia meminta para PKL saling mengingatkan untuk patuh aturan. Joni menyebut, sudah menjadi kesepakatan jika ingin tetap berjualan di kompleks Stadion Manahan, PKL harus berjualan di zona yang telah ditentukan.

“Kami undang PKL kali ini untuk membangun kembali kesepemahama terkait pemanfaatan sarana dan prasarana serta pola berperilaku di kompleks Stadion Manahan. Dulu kan sudah dibangun kesepakatan sesuai kebijakan Wali Kota. Mereka juga harus paham di Solo ada Perda yang mengatur tentang penggunaan aset Stadion Manahan baik untuk kepentingan olahraga maupun non olahraga. Semuanya harus mematuhi aturan itu,” jelas Joni.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, perwakilan PKL Sunday yang hadir dalam pertemuan bukan saja diberi pembinaan oleh Kepala Dispora, melainkan juga oleh Kasi Pembinaan PKL Disdag Solo Didik Anggono dan Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Solo, Agus Sis Wuriyanto.

Didik menyampaikan Disdag mendukung program Dispora yang ingin menata kembali Sunday Market. Sunday Market pernah ditata Disdag saat masih menjadi Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo pada 2016 lalu.

Ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM), Joko Santoso, menyebut selama ini pengurus SPMPM rutin mengawasi pelaksanaan Sunday Market.

Menurut dia, pengurus SPMPM kerap menegur sesama PKL yang nekat berjualan di luar zona masing-masing. Namun, sebagian PKL tidak memedulikan ajakan pengurus SPMPM. Joko yang akrab disapa Yuli ini mengusulkan agar Dispora menerjunkan personel untuk tegas menertibkan PKL yang nekat melanggar aturan.

Lowongan Pekerjaan
CV Maharani Food, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…