Ilustrasi (Dok. SOLOPOS) Ilustrasi (Dok. SOLOPOS)
Senin, 7 Agustus 2017 12:00 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PERTANIAN BOYOLALI
Digelontor Pestisida, Serangan Wereng Urung Meluas

Pertanian Boyolali, serangan wereng terkendali.

Solopos.com, BOYOLALI — Serangan hama wereng pada lahan pertanian Boyolali mulai menurun. Kepala Dinas Pertanian Boyolali Bambang Jiyanto mengatakan luas serangan lahan saat ini hanya sekitar 5 persen dari sekitar 20.000 hektare lahan pertanian.

“Saat ini luasan lahan yang terserang hama wereng ini sudah berkurang dibandingkan dengan Mei lalu. Saat ini luas lahan yang terkena serangan paling tinggal 5 persen, itu pun spot-spot saja,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Boyolali pekan lalu.

Menurut dia, salah satu upaya pengurangan serangan tersebut adalah dengan pemberian pestisida secara terus menerus. Dia mengakui memasuki musim kemarau ini berpotensi menimbulkan serangan hama.

“Seiring peralihan musim memang berpotensi terjadinya serangan. Tapi teman-teman di lapangan cukup sigap menghadapi wereng ini sehingga tidak meluas. Kami juga mendapat bantuan pestisida dan obat-obatan dari laboratorium Palur,” imbuh Bambang.

Kegiatan penanggulangan hama ini juga dilakukan terpadu dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Klaten dan Sukoharjo. “Di kawasaan segi tiga emas Boyolali-Klaten-Sukoharjo ini kami lakukan bersama-sama sehingga hasilnya lebih efektif,” imbuhnya.

Sebelumnya, hama wereng ini menyerang lahan perrtanian di sejumlah wilayahdi Boyolali, salah satunya di Kecamatan Banyudono. Serangan hama ini dirasakan petani sejak awal April 2017.

Serangan wereng ini cukup ganas dan sangat sulit dikendalikan ini mengingat wereng merupakan hewan terbang. Mereka menyerang tanaman semua umur sehingga merusak tanaman di sebuah kawasan.

Sebagian petani sebenarnya sudah memberikan pestisida namun sebagian akhirnya pasrah karena hama terlalu sulit dikendalikan dan mereka tidak punya cukup biaya untuk membeli pestisida.

SD MUHAMMADIYAH PK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…