Pemain Persis melakukan latihan di stadion Sriwedari, Solo, Jumat (9/6/2017). (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu) Pemain Persis melakukan latihan di stadion Sriwedari, Solo, Jumat (9/6/2017). (JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu)
Senin, 7 Agustus 2017 21:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

Persis Solo Berburu Lapangan Desa untuk Latihan

Persis Solo mencari lapangan yang pas untuk latihan.

Solopos.com, SOLO — Persis Solo punya waktu kurang dari sepekan untuk mempersiapkan diri menjamu Persipur Purwodadi di Stadion Manahan, Minggu (13/8/2017) mendatang. Sayangnya, Laskar Sambernyawa dihadapkan pada kondisi kurang mengenakkan untuk mengoptimalkan latihan jelang pertandingan pekan ke-11 Grup 4 Liga 2.

Biasanya, Persis Solo menggunakan Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari untuk menggelar latihan. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, dua stadion itu lebih banyak terpakai untuk kegiatan lain. Bahkan, khusus Stadion Sriwedari dipastikan tidak bisa dipakai anak asuh Widyantoro ini untuk berlatih hingga 22 Agustus 2017 mendatang.

“Hari ini [kemarin] seharusnya kami berlatih di Sriwedari. Namun, hingga 22 Agustus 2017 nanti, Sriwedari belum bisa dipakai untuk latihan. Informasinya digunakan untuk acara 17-an,” ujar Pelatih Persis Solo Widyantoro saat ditemui Solopos.com seusai latihan di Lapangan Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Senin (7/8/2017).

Lantaran digunakan untuk keperluan lain, skuat Persis Solo hanya bisa berlatih di Stadion Manahan pada Selasa dan Rabu. Selebihnya, Persis Solo harus berburu lapangan desa yang bisa digunakan untuk berlatih setiap hari. Pada Senin sore, skuat Persis menggunakan Lapangan Desa Bolon untuk menggelar latihan.

Sebelumnya, skuat Persis Solo menggunakan Lapangan Kota Barat untuk berlatih. Namun, kontur tanah yang keras dikhawatirkan bisa membuat cedera pemain. Lapangan Gedongan di kawasan Colomadu, lapangan di kompleks Lanud Adi Soemarmo dan lapangan futsal Pandawa Solo Baru juga alternatif untuk latihan skuat Laskar Sambernyawa.

“Karena dua stadion itu tidak bisa dipakai, mau tidak mau kita harus muter cari lapangan desa yang tidak terpakai. Kalau sudah pasti tidak terpakai ya kita pinjam untuk latihan. Begitu terus nantinya,” ujar Wiwid, sapaan akrab Widyantoro.

Persis Solo saat ini berada di urutan tiga klasemen sementara dengan raihan 20 poin, sudah termasuk pengurangan 3 poin sesuai sanksi dari Komdis PSSI. PSIR Rembang berada di urutan kedua dengan keunggulan satu poin atas Persis Solo. Sementara PSIS Semarang kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 25 poin.

“Kami masih punya empat laga away [kandang] yang bisa dimaksimalkan untuk meraih poin penuh. Kami harus menganggap setiap laga yang tersisa adalah pertandingan final. Sementara ini, PSIS, PSIR dan Persis Solo masih berpeluang lolos ke babak 16 besar,” ucap Wiwid.

Lowongan Pekerjaan
PT. KELOLA JASA ARTHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…