Senin, 7 Agustus 2017 14:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PERANGKAT DESA SLEMAN
Gagal Dilantik, Satu Jabatan Sekdes Dibiarkan Kosong

Dari 200 perangkat desa yang terjaring lewat seleksi tahap pertama tahun ini, hanya satu jabatan perangkat desa yang gagal dilantik

Solopos.com, SLEMAN– Dari 200 perangkat desa yang terjaring lewat seleksi tahap pertama tahun ini, hanya satu jabatan perangkat desa yang gagal dilantik. Hal itu dikarenakan masih adanya persoalan terkait hasil seleksi dari salah satu calon.

Kepala Bidang Pengembangan dan Peningkatan Kelembagaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sleman Lasiman mengatakan, seluruh perangkat desa hasil seleksi sudah dilantik oleh masing-masing kepala desa. Hanya saja dari 200 perangkat yang terjaring, masih ada satu calon yang belum bisa dilantik.

Calon tersebut tercatat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Sidorejo Godean. Belum dilantiknya calon tersebut dikarenakan masih ada masalah dari hasil seleksi tersebut. “Untuk sementara calon terpilih belum bisa dilantik.  Sementara kosong sambil menunggu proses yang masih berjalan,” kata Lasiman kepada Solopos.com, Sabtu (5/8/2017).

Terkait masalah tersebut, Kepala Desa Sidorejo Isharyanto hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi.

Ikut Bimtek
Seluruh perangkat desa hasil seleksi tahap pertama yang dilantik, kata Lasiman, harus mengikuti pembekalan atau bimbingan teknis (Bimtek) yang dimulai hari ini, Senin (7/8/2017).

Pembinaan tugas pokok dan fungsi bagi perangkat desa yang baru itu dibagi menjadi dua tahap. Pembinaan bagi Kasi Pemerintahan, kasi Kesejahteraan, Kasi Pelayanan dan Dukuh digelar mulai Senin (7/8/2017) hingga Rabu (9/8/2017). Sedangkan untuk para Kaur Tata Usaha dan Umum, Kaur Perencanaan, Kaur Keuangan dan Dukuh digelar pada Senin (21/8/2017) hingga Rabu (23/8/2017) mendatang.

Untuk jabatan Sekdes pemberian pendampingan akan dilaksanakan berbeda. Pembekalan tersebut harus diikuti seluruh perangkat desa baru. “Mulai Sekdes hingga dukuh. Kami sudah menyiapkan materi pembekalan yang menyentuh seluruh aspek. Mulai masalah administrasi desa, tugas pokok dan fungsi, pengelolaan keuangan dan penggunaan-penggunaan dana desa,” katanya.

Yang terbaru, lanjutnya, masing-masing perangkat desa yang baru akan dibekali juga dengan keterampilan untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. “Materi pelayanan prima ini penting agar saat mereka menjabat dan melayani masyarakatnya betul-betul dilakukan dengan baik,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Sleman selesai melaksanakan seleksi perangkat desa tahap pertama tahun ini. Dari 2.102 pelamar yang mengikuti seleksi perangkat untuk 203 lowongan di 81 desa. Dari jumlah tersebut hanya 590 pendaftar yang bisa mengikuti ujian keterampilan komputer dan tes tulis.

Hasilnya, dari 203 lowongan yang disediakan sebanyak 200 lowongan saat ini sudah terisi. Sementara tiga lowongan yang ditunda dikarenakan sejumlah faktor, mulai belum dianggarkan oleh Pemdes hingga jumlah calon pendaftar tidak memenuhi syarat.

CV.MULTIKOMUNIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…