Jemaah ibadah haji melemparkan batu ke pilar perlambang setan di Mina, tak jauh dari kota suci Mekah, Sabtu (4/10/2014). Prosesi lempar jumrah itu mereka lakukan setelah mereka bermalam di padang Arafah yang menasbihkan sahnya ibadah haji. Saat melakukan perjalanan dari Arafah, sebelum tiba di Mina, sekitar 15 km dari arah Padang Arafah lewat tengah malam, para jemaah haji mabit di Muzdalifah, kemudian mengambil batu kerikil untuk melempar jumrah tersebut. (JIBI/Solopos/Reuters/Muhammad Hamed) Jemaah haji melempar jumrah, Sabtu (4/10/2014). (JIBI/Solopos/Reuters/Muhammad Hamed)
Senin, 7 Agustus 2017 23:22 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PENIPUAN SLEMAN
Ingat, Konsorsium Hanya untuk Haji Khusus, Bukan Umrah

Penipuan Sleman dialami calon jemaah umrah.

Solopos.com, SLEMAN — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman tidak hanya menerima aduan dari calon jemaah umrah dari satu Biro Perjalanan Haji dan Umrah (BPHU). Ada biro lain yang diadukan.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sleman, Silvia Rosetti mengakui selain dari BPHU tersebut dengan jumlah korban 80 calon, ada satu laporan lagi yang diterima oleh Kemenag Sleman.

“Tapi laporannya masih secara lisan. Meski begitu, kami sudah memanggil BPHU tersebut sampai saat ini belum memenuhi panggilan,” katanya kepada Solopos.com, Senin (8/7/2017).

Laporan tertulis, katanya, baru laporan dari calon jemaah umrah dari BPHJ tersebut. Bahkan kasus dugaan penipuan tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. Dijelaskan pula jika biro nakal tersebut sebenarnya belum mengantongi izin resmi dan hanya bermodalkan konsorsium haji khusus dari sebuah perusahaan di Jakarta.

“Jadi biro ini melanggar PMA Nomor 18/2015 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sesuai PMA tidak ada istilah konsorsium umrah tapi hanya konsorsium haji khusus,” jelasnya.

Silvia mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur pada biaya umrah murah. Dia meminta agar masyarakat mengecek dulu legalitas travel, jadwal pemberangkatan, tiket pesawat terbang pulang dan pergi, status penginapan dan izin dari biro tersebut.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…