Ilustrasi kegiatan belajar siswa SMK. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kegiatan belajar siswa SMK. (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 7 Agustus 2017 04:00 WIB Insetyonoto/JIBI/Solopos Solo Share :

PENDIDIKAN SOLO
Ingin Belajar Film dan Program TV? SMKN 6 Solo Buka Prodi Baru

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Solo membuka program studi (prodi) baru yakni Film dan TV/Broadcasting serta Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Solopos.com, SOLO—Kepala SMKN 6 Solo, Ties Setyaningsih, mengatakan Prodi Film dan Broadcasting masa studinya empat tahun sementara RPL hanya tiga tahun.

“Meski progam baru, tapi peminatnya cukup banyak. Khusus Film dan Broadcasting menerima 35 orang untuk satu kelas. Sementara itu, yang RPL satu kelas sebanyak 32 siswa,” kata dia kepada Solopos.com di sela-sela acara Sinkronisasi Kurikulum dan Memorandum of Understanding Paket Keahlian Prodi Film dan Braodcast dengan Himpunan Praktisi Broadcast Indonesia (HIPABI) di Aula SMKN 6 Solo, Jumat (4/8/2017).

Kegiatan tersebut dibuka pengawas SMK Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah III Solo, Joko Suyatno. Ties mengatakan alasan membuka prodi Film dan Braodcasting karena prospeknya bagus.

Menurut dia, Solo punya potensi yang bisa dikembangkan baik dalam bidang seni, budaya, kuliner, vokasi, dan lainnya. “Untuk memublikasikan potensi Solo perlu sumber daya manusia [SDM] yang mumpuni sehingga kami menyiapkan SDM ini,” jelas dia.

Para siswa Prodi Film dan Broadcasting, sambung Ties, menjalani studi selama empat tahun yakni tiga tahun di kelas dan satu tahun magang bekerja di sejumlah perusahaan pertelevisian di Solo serta nasional. Untuk itu SMKN 6 Solo menjalin kerja sama dengan HIPABI guna menyusun kurikulum dan memberikan bekal kepada siswa agar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (Dudi).

“Jadi setelah lulus para siswa punya bekal tentang dunia broadcasting. Mereka dapat langsung terserap ke dunia kerja sehingga tidak bakal jadi pengangguran,” beber dia.

Sementara itu, penasihat HIPABI, Affan Sumarno, mengatakan peluang kerja lulusan broadcasting sangat besar karena bisa bekerja di stasiun TV lokal dan nasional. “Kota Solo perlu dikembangkan menjadi besar melalui entertainment yang baik,” ujar dia.

Hanya dia berpesan kepada para siswa agar tidak sekadar pintar dan cerdas, tapi juga perlu menjaga attitude atau berperilaku yang baik. “Kalau terjun di dunia broadcasting, attitude sangat penting,” pesan dia.

STAFF MARKETING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…