Anggota Satnarkoba Polres Wonogiri, Bripka Vavedi Setiawan, menunjukkan contoh salah satu jenis narkoba saat sosialisasi P4GN di Pendapa Kantor Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Senin (7/8/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Anggota Satnarkoba Polres Wonogiri, Bripka Vavedi Setiawan, menunjukkan contoh salah satu jenis narkoba saat sosialisasi P4GN di Pendapa Kantor Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Senin (7/8/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Senin, 7 Agustus 2017 21:30 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PEMKAB WONOGIRI
Waspada Narkoba Masuk Desa!

Kesbangpol Wonogiri memberikan sosialisasi bahaya narkoba.

Solopos.com, WONOGIRI — Peredaran narkoba di Wonogiri telah mencapai desa-desa. Semua komponen masyarakat diminta ikut berpartisipasi mencegah peredarannya.

Hal itu mengemuka dalam sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang digelar Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wonogiri di Pendapa Kantor Kecamatan Purwantoro, Senin (7/8/2017).

Sebanyak kurang lebih 100 orang dari kalangan pelajar, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan pamong desa mengikuti kegiatan tersebut.

Pemateri, KBO Satnarkoba Polres Wonogiri, Iptu Wartadi, menyampaikan bisnis narkoba tak pernah berhenti meski berton-ton barang haram itu disita, banyak dari pelaku ditangkap, dan dihukum mati sekali pun. Pelaku selalu mencari cara agar gerak-gerik mereka tak terendus penegak hukum.

Bahkan, kini peredarannya telah mencapai desa-desa. Fakta itu menunjukkan peredaran narkoba tak hanya menyasar warga di kawasan kota. Dia mencatat Satnarkoba Polres Wonogiri hingga awal Agustus tahun ini mengungkap 12 kasus penyalahgunaan narkoba. Ironisnya, tak sedikit dari orang yang terlibat adalah pelajar.

“Terakhir kasus yang kami ungkap melibatkan pelajar SMA di salah satu kecamatan di Wonogiri. Orang tuanya tak tahu selama ini anak mengonsumsi narkoba,” kata Wartadi mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Moh Tora.

Pada kesempatan itu dia meminta orang tua mengontrol kegiatan anak, baik dalam berkegiatan menggunakan telepon seluler (ponsel) maupun dalam berkegiatan di lingkungan. Orang tua diminta melapor kepada pihak berwenang jika mengetahui anak sudah kecanduan narkoba.

Jika hal itu dilakukan, anak tidak diproses hukum melainkan akan direhabilitasi. Namun, apabila tak dilaporkan dan tertangkap penegak hukum, anak akan menjalani proses hukum hingga mendapat hukuman melalui proses persidangan.

“Bagi yang susah tidur, jangan membeli obat tidur sembarangan tanpa resep dokter di apotek. Obat tidur ada yang termasuk psikotropika. Jadi, jangan heran kalau ada orang, bahkan artis, tertangkap polisi gara-gara obat semacam itu. Tora Sudiro yang belum lama ini tertangkap misalnya,” imbuh dia.

Pelaku di Persawahan

Anggota Satnarkoba Polres Wonogiri, Bripka Vavedi Setiawan atau Ambon, mengatakan Purwantoro tak luput dari sasaran peredaran narkoba. Dia mengaku pernah menangkap pelaku di depan kantor kecamatan dan tengah area persawahan di suatu desa.

Dia mengimbau orang tua membentengi anak dengan mengawasi kegiatannya dan mengecek barang miliknya. Jika mendapati ada tutup botol berlubang dua dan terdapat sedotan dapat dipastikan anak mengonsumsi narkoba. Alat itu untuk mengisap sabu-sabu.

Kasi Politik Kewaspadaan Nasional (Polwasnas) Kesbangpol Wonogiri, I Nyoman Triastika, menuturkan sosialisasi P4GN digelar untuk memberi pemahaman remaja dan orang tua tentang bahaya narkoba. Tidak menutup kemungkinan peredaran narkoba sudah sampai di sekitar warga.

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…