Para suporter Persebi yang tergabung dalam Brigade Boys Boyolali berunjuk rasa di kompleks Stadion Pandan Arang, Senin (7/8). Mereka menuntut perombakan total di tubuh manajemen Persebi. (Istimewa)
Senin, 7 Agustus 2017 23:30 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 3
Suporter Tuntut Perombakan Manajemen Persebi Boyolali

Liga 3 diwarnai dengan aksi demo suporter Persebi Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Kegagalan Persebi Boyolali menembus babak semifinal Liga 3 Zona Jateng karena sanksi kalah walk out (WO) dengan skor 0-3 atas Persis Gotong Royong (GR) tidak hanya memusingkan manajemen Laskar Pandan Arang. Sebagai bentuk kekecewaan, ratusan suporter Persebi yang tergabung dalam Brigade Boys Boyolali menggelar unjuk rasa di kompleks Stadion Pandan Arang Boyolali, Senin (7/8/2017) sore WIB.

Unjuk rasa itu digelar di sela-sela berlangsungnya babak delapan besar turnamen sepak bola antarkecamatan di Boyolali yang digelar Asosiasi PSSI Boyolali di Stadion Pandan Arang. Seratusan suporter datang dengan membawa spanduk dan poster berisi kecaman terhadap manajemen Persebi Boyolali yang dianggap tidak serius dalam mengelola klub sepak bola kebanggaan publik Kota Susu itu.

Beberapa spanduk itu bertuliskan, Manajer Lebih Jahat daripada Mantan, Save Persebi, Persebi Ora Didol, Kakean Gludug Ora Sido Udan, Manajemen Ompol dan lain-lain. “Melalui aksi ini, kami menuntut ada perombakan total di tubuh manajemen Persebi. Kami juga menuntut transparansi anggaran dan pengelolaan klub secara profesional,” kata Bayu Wonotoro Kurniawan, Dirijen Brigade Boys Boyolali, kepada Solopos.com, Senin petang.

Selain itu, Bayu juga menilai sanksi yang diberikan Komisi Disiplin PSSI terhadap Persebi Boyolali sangat tidak wajar. Menurutnya, Persebi tidak layak diberi sanksi kalah WO dengan skor 3-0 karena skuat Laskar Pandan Arang sudah berada di stadion untuk menghadapi Persis GR. Menurutnya, saat itu sudah ada empat personel petugas keamanan yang hadir di stadion. Personel lain menyusul kemudian setelah mengamankan pertunjukan dangdut.

“Sanksi itu tidak masuk akal. Kami menyayangkan sikap manajemen yang tidak serius dalam memperjuangkan tim. Mengajukan banding setelah membubarkan tim itu sama saja dengan guyonan,” papar Bayu.

Sementara itu, hingga Senin malam, Manajer Persebi Boyolali Sunarno belum bisa dimintai konfirmasi terkait tuntutan dari Brigade Boys Boyolali.

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…