Pemain depan PSS Sleman, Tri Handaka Putro (kanan) berselebrasi bersama rekan satu timnya setelah berhasil mencetak gol ke dua ke gawang Persinga Ngawi yang dikawal, Moch. Pujiantoro dalam ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI. Yogyakarta, Minggu (07/08/2016). Dalam pertandingan itu PSS berhasil meraih kemenangan dengan menekuk lutut Persinga Ngawi dengan angka kemenangan 3-0.
Senin, 7 Agustus 2017 17:55 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

LIGA 2
PSS Sleman Waspadai Semangat Punggawa Tim Alas Roban

PSS Sleman terus mewaspadai kebangkitan dari Persibat Batang jelang pertemuan kedua kesebelasan ini

Solopos.com, SLEMAN –– PSS Sleman terus mewaspadai kebangkitan dari Persibat Batang jelang pertemuan kedua kesebelasan pada pekan kesebelas Grup 3 Liga 2 2017 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (8/8/2017) sore.

Sebab, tim besutan Daniel Roekito ini dalam tren naik dan berada di posisi ketiga klasemen usai meraih kemenangan 1-0 atas PSCS di Stadion M. Sarengat, Batang, Jumat (4/8/2017) lalu. Adapun PSS Sleman masih berada di pemuncak klasemen Grup 3 dengan 25 poin.

“Kami waspadai semangat mereka. Apalagi saat ini mereka mampu menggeser posisi PSCS, di klasemen sementara,” ucap Manajer PSS Arif Juli Wibowo, Minggu (6/8/2017).

Menurut Arif, meskipun saat ini secara peringkat pihaknya lebih diunggulkan. Akan tetapi, hal tersebut bukan jaminan. Oleh sebab itu, Busari dan kawan-kawan wajib fokus dan tidak jemawa karena jarak poin antarkeduanya 9 poin.

Kemenangan atas Persibat wajib direalisasikan pada laga kali ini, demi memperlebar jarak antara PSS dengan dua pesaingnya, PSCS dan PSGC Ciamis yang sampai kini masih menguntit di klasemen sementara.

“Sebenarnya kami tinggal cari satu kemenangan lagi untuk aman. Pertimbangannya hasil dari laga yang bakal dihadapi oleh para pesaing kami,” sambungnya.

Sementara kabar baik datang ke tubuh PSS, jelang laga melawan Persibat. Bek Jodi Kustiawan yang sempat mengalami cedera dan harus menepi untuk beberapa saat, kini mulai berlatih bersama dengan Busari dan kawan-kawan. Diharapkan, Jodi nantinya sudah bisa memperkuat PSS pada laga melawan Persibat. “Soal teknisnya nanti kami serahkan ke pelatih,” ungkapnya.

Direktur Operasional PT PSS Rumadi mengatakan panpel setempat tidak mencetak tiket pertandingan pada laga kali ini. Rencananya, para suporter PSS yang terkena hukuman dilarang hadir pada laga home kali ini akan mengadakan nonton bareng di Stadion Tridadi, Sleman.

Memanfaaatkan media layar lebar, pada acara nonton bareng tersebut, suporter Sleman tetap memberlakukan harga tiket dengan banderol Rp25.000, Rp40.000 dan Rp60.000.¬† “Ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan suporter terhadap tim. Mereka mencetak tiket sendiri dan merasa handarbeni terhadap klub,” ungkap Rumadi.

Dihubungi terpisah, pelatih Persibat Daniel Roekito mengungkapkan, timnya telah berangkat ke Sleman sejak kemarin siang dan diperkirakan sampai Sleman pada petang hari.

Mantan pelatih Persiba Balikpapan ini pun mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencuri poin pada laga melawan PSS nantinya. Motivasi dan kedisplinan pemain akan menjadi kunci permainan pada laga kali ini.

Persibat Batang saat ini menyisakan empat pertandingan, namun hanya sekali yang berstatus kandang yakni saat menjamu Persibas Banyumas, 20 Agustus 2017. Sementara tiga lain berstatus tandang melawan PSS Sleman (8 Agustus 2017), Persijap Jepara (27 Agustus 2017), dan Persibangga Purbalingga (10 September 2017).

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…