Kondisi Waduk Lalung Karanganyar, Senin (7/8/2017). Saat ini, volume air di Waduk Lalung menyusut. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Kondisi Waduk Lalung Karanganyar, Senin (7/8/2017). Saat ini, volume air di Waduk Lalung menyusut. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Senin, 7 Agustus 2017 18:30 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

KEKERINGAN SOLORAYA
Air Waduk Lalung dan Delingan Karanganyar Mulai Susut

Kekeringan Soloraya mulai terjadi.

Solopos.com, KARANGANYAR – Volume air di Waduk Lalung dan Waduk Delingan di Karanganyar mulai menyusut dalam beberapa pekan terakhir. Penyusutan volume air tersebut merupakan dampak mulai berlangsungnya musim kemarau di Bumi Intanpari.

Salah satu petani yang menggarap lahan pertanian di sekitar Waduk Lalung, Ngatmin, 44, mengatakan penyusutan volume air di waduk yang sudah berusia puluhan tahun itu sudah berlangsung hampir enam bulan terakhir.

Penyusutan air mengakibatkan beberapa lahandi kompleks waduk mulai mengering. “Airnya sudah surut banyak. Kondisi seperti ini memang terjadi setiap tahun. Kendati waduk ini berada di Lalung, tapi para petani di sekitarnya tak dapat serta merta menikmati airnya [untuk kebutuhan irigasi]. Para petani biasanya harus memanfaatkan pompa air jika ingin menikmati air di waduk [lokasi sawah lebih tinggi dibandingkan aliran air di waduk],” kata Ngatmin, saat ditemui Solopos.com, di Waduk Lalung, Senin (7/8/2016).

Hal senada dijelaskan seorang pemancing di Waduk Lalung, Ranto, 43. Pria yang suka hobi memancing sejak usia remaja itu mengatakan volume air di Waduk Lalung mulai menyusut.

“Saya sering ke sini sekali dalam satu bulan.Saat ini, volume airnya cenderung sedikit. Bagi pemancing seperti saya, volume air sedikit dan banyak itu tidak begitu terpengaruh, sama-sama susah untuk mencari ikan,” katanya.

Irigasi Pertanian

Petugas Waduk Lalung, Roman, mengatakan volume air di Waduk Lalung saat ini mencapai 1,3 juta meter kubik. Air yang ditampung di Waduk Lalung digunakan untuk memenuhi kebutuhan irigasi di areal pertanian di Jaten, Tasikmadu, dan Mojolaban (Sukoharjo).

“Di musim kemarau seperti ini, kondisi air di waduk masih normal. Asal ketinggian air tak mencapai dua meter, air di sini masih dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan irigasi [saat ini, ketinggian air di Waduk Lalung mencapai 6,5 meter. Saat air melimpah, ketinggian airnya dapat mencapai 9 meter-10 meter],” katanya.

Penyusutan volume air juga terjadi di Waduk Delingan di Karanganyar. Waduk sepanjang 885 meter itu juga mengalami penyusutan dalam beberapa bulan terakhir. Saat Solopos.com, ingin menemui petugas Waduk Delingan, Senin siang, kantor yang tak jauh dari waduk itu dalam kondisi tertutup.

“Airnya menyusut drastis dibandingkan saat musim hujan. Setahu saya, air di waduk ini digunakan untuk mengairi sawah di Delingan dan sekitarnya. Kendati air menyusut drastis, masih banyak pemancing yang datang ke sini. Mungkin, ikannya masih banyak. Makanya, banyak pemancing yang ke sini. Bahkan, saat malam hari tiba,” katanya.

CV.MULTIKOMUNIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…