Ilustrasi bentrok (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi bentrok (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 7 Agustus 2017 11:55 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KEKERASAN JOGJA
Pengemudi Online Harus Tingkatkan Kewaspadaan

Kekerasan Jogja mengincar siapa saja, termasuk pengemudi online.

Solopos.com, JOGJA — Maraknya kekerasan yang dialami transportasi online di wilayah DIY akhir-akhir ini, menuntut kewaspadaan pengemudi transportasi berbasis online. Selain itu, pihak kepolisian juga diminta untuk menindak tegas para pelaku yang dinilai melanggar hukum.

Pengamat Transportasi Universitas Islam Indonesia Bachnas mengatakan, aksi perampasan, perampokan ataupun kekerasan yang terjadi di jalanan jangan hanya menjurus pada driver ataupun rider berbasis aplikasi online saja. Tetapi harus dilihat secara menyeluruh. Sebab, perlindungan keamanan di jalan adalah hak setiap orang.

“Jangan sampai digiring ke pengemudi berbasis online. Kepolisian wajib memberikan perlindungan kepada setiap orang,” katanya kepada Solopos.com, Sabtu (5/8/2017).

Meski begitu, lanjutnya, peningkatan kewaspadaan bagi para pengemudi taksi online maupun transportasi berbasis online lainnya seperti Gojek, Uber. Grab perlu ditingkatkan. Peningkatan kewaspadaan tersebut dibutuhkan agar tidak ada lagi kasus-kasus serupa terjadi di lapangan.

“Yang paling penting bagaimana pemerintah dan aparat kepolisian bisa memberi rasa aman bagi setiap orang. Apalagi Jogja juga terkenal dengan daerah pariwisata. Orang di Singapura atau Malaysia merasa aman berjalan malam-malam karena merasa dilindungi,” katanya.

Sekadar diketahui, sejumlah kasus kekerasan yang dialami pengemudi transportasi online dalam sepekan terakhir. Pada Senin (31/7/2017) lalu, seorang driver taksi online Catur Ari Trianingsih alias Atria mengalami tindak kekerasan dari dua orang penumpangnya di sekitar Bulak persawahan Dusun. Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik.

Saat itu, mobil Honda Brio Nopol AB 1003 XX yang dikendari korban dirampas sementara korban ditendang hingga keluar dari mobilnya. Beruntung, kedua pelaku Ade Mahendra, 19, warga Margodadi, Seyegan dan Trianto, 20, warga Padamara, Purbalingga Jateng, sudah diamankan di wilayah Banyumas Jawa Tengah setelah diburu selama tiga hari. Kasus ini saat ini masih ditangani di Polsek Ngaglik.

“Kedua pelaku memang sengaja menyasar driver taksi online perempuan. Kami minta agar seluruh driver online untuk meningkatkan kewaspadaannya,” kata Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi.

Pada Rabu (2/8/2017) malam, Budi seorang driver taksi online mengalami aksi kekerasan dari orang tidak dikenal. Saat itu, kaca belakang Toyota Avanza kendaraan yang digunakan korban diduga ditembak oleh orang tidak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Magelang dekat dengan SPBU Mulungan. Saat ini kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Mlati.

Peristiwa teranyar dialami pengemudi Gojek, Adam Adhianto pada Sabtu (5/8/2017) pagi. Saat itu, korban dicegat oleh dua orang tak dikenal di jalan Pintu masuk ke Amikom wilayah Banguntapan, Bantul. Tidak hanya dipukuli pada bagian kepalanya, dua Ponsel milik korban juga hilang. Diduga diambil kedua pelaku tersebut.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Sibuk Main Ponsel, Perempuan Ini Jatuh dari Jembatan Penyeberangan

Sebuah kisah tragis menimpa perempuan Tiongkok yang terlalu sibuk bermain ponsel saat berada di jembatan penyeberangan. Solopos.com, SUZHOU – Penggunaan ponsel yang berlebihan bisa berbahaya. Hal ini terbukti pada perempuan asal Kota Anhui, Shuzou, Tiongkok. Perempuan yang tak diungkap identitasnya…