Perajin membakar batu bata di Sentra Industri Batu Bata Tradisional di Desa Tegalarum, Mranggen, Demak, Jateng, Selasa (1/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Perajin membakar batu bata di Sentra Industri Batu Bata Tradisional di Desa Tegalarum, Mranggen, Demak, Jateng, Selasa (1/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Senin, 7 Agustus 2017 03:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan Feature Share :

FOTO INFO BELANJA
Produksi Melimpah, Batu Bata Rp650

Info Belanja Antara mencatat harga batu bata Rp650.

Perajin mencetak tanah liat menjadi batu bata di Sentra Industri Batu Bata Tradisional Desa Tegalarum, Mranggen, Demak, Jateng, Selasa (1/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Perajin mencetak tanah liat menjadi batu bata di Sentra Industri Batu Bata Tradisional Desa Tegalarum, Mranggen, Demak, Jateng, Selasa (1/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Info belanja yang disajikan Kantor Berita Antara dari Sentra Industri Batu Bata Tradisional di Desa Tegalarum, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Selasa (1/8/2017), menyebutkan melimpahnya hasil produksi batu bata. Memasuki musim kemarau perajin setempat mengaku produksi batu bata seharga Rp650/buah tersebut meningkat dari sekitar 40.000 buah setiap dua bulan menjadi sekitar 100.000 buah per dua bulan menyusul cepatnya proses penjemuran.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…