Tenda jemaah Indonesia di Padang Arafah, Mekah, Arab Saudi Tenda jemaah Indonesia di Padang Arafah, Mekah, Arab Saudi (JIBI/Solopos/Antara/Prasetyo Utomo)
Senin, 7 Agustus 2017 04:22 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

HAJI 2017
Suhu di Padang Arafah Capai 60 Derajat Celsius, Perhatikan Imbauan Ini

Haji 2017, tidak seluruh jemaah berhasil berangkat

Solopos.com, BANTUL– Jumlah jemaah calon haji (calhaj) asal Bantul yang gagal berangkat ke tanah suci bertambah. Tercatat empat orang calhaj gagal berangkat dalam rombongan haji tahun ini.

Baca Juga : HAJI 2017 : Empat Calhaj Gagal Berangkat, Ini Penyebabnya

Humas Kemenag Bantul Ponijo Ibnu Harto menyampaikan para jemaah haji harus memperbanyak minum air putih serta makan buah agar mereka tak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Para jemaah juga disarankan membawa semprotan air. Imbauan itu disampaikan mengingat cuaca saat wuquf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah 1438 H atau 31 Agustus 2017 mendatang mencapai hingga 50-60 derajat celsius, diklaim terpanas dalam 20 tahun terakhir.

Pemerintah kata Ponijo juga berupaya menyiapkan fasilitas untuk kenyamanan para jemaah dari cuaca panas. “Tenda-tenda di Arafah untuk wuquf telah dipasang AC [air conditioner],” lanjutnya lagi, Minggu (6/8/2017).

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono mengingatkan para calhaj yang beribadah ke tanah suci bukan karena ingin mendapatkan gelar atau pujian. Dikatakannya pelaksanaan ibadah haji merupakan puncak pencapaian tertinggi bagi seorang muslim untuk menyempurnakan rukun Islam.
“Untuk itu laksanakan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran hanya mengharap ridha Allah semata, jauh dari rasa ingin mendapatkan gelar haji maupun hajjah,” pesan Suharsono.

Ia juga berpesan agar para calon jemaah haji asal Bantul tetap menjaga etika dan perilaku yang baik selama di tanah suci serta bisa membawa nama baik bangsa dan negara di mata dunia. “Tunjukkan bahwa jemaah haji asal Bantul selalu menjunjung budaya Ngayogyakarta, selalu berperilaku sopan santun di negeri orang,” katanya.

SD MUHAMMADIYAH PK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…