Pekerja memanen buah tomat cherry di lahan pertanian hidroponik PT Hidroponik Agrofarm Bandungan, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Pekerja memanen buah tomat cherry di lahan pertanian hidroponik PT Hidroponik Agrofarm Bandungan, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Senin, 7 Agustus 2017 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

FOTO PERTANIAN SEMARANG
Hidroponik Hemat 80% Biaya Operasional

Pertanian hidroponik berkembang di Semarang.

Pekerja memanen sayuran selada di lahan pertanian hidroponik PT Hidroponik Agrofarm Bandungan, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Pekerja memanen sayuran selada di lahan pertanian hidroponik PT Hidroponik Agrofarm Bandungan, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Sebagian pelaku usaha pertanian di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/8/2017), terdokumentasikan Kantor Berita Antara telah menggunakan metode pertanian hidroponik atau pertanian dengan media tanam air. PT Hidroponik Agrofarm Bandungan (HAB) misalnya memanen rutin sayuran selada dan buah tomat cherry di lahan pertanian hidroponiknya. Sistem pertanian hidroponik dipilih karena biaya operasional hariannya lebih efisien sekitar 80%, sementara produktivitas hampir dua kali lipat, dan dengan harga jual hasil panennya pun lebih tinggi dibandingkan pertanian konvensional dengan media tanah.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…