Proses pemugaran Candi Kedulan akan dikerjakan selama 4 bulan sebagai upaya mengembalikan bentuk asli bangunan, Minggu (6/8/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Proses pemugaran Candi Kedulan akan dikerjakan selama 4 bulan sebagai upaya mengembalikan bentuk asli bangunan, Minggu (6/8/2017). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 7 Agustus 2017 17:22 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Candi Kedulan di Kalasan Mulai Dipugar

Pemugaran Candi Kedulan di Tirtomartani, Kalasan direncanakan selesai pada akhir November 2017

 

Solopos.com, SLEMAN- Pemugaran Candi Kedulan di Tirtomartani, Kalasan direncanakan selesai pada akhir November 2017. Air yang menggenang di sekitar candi menjadi salah satu kendala proses pemugaran ini.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (PBCB) DIY mulai melaksanakan pemugaran pada 1 Agustus 2017 lalu. Kasi Perlindungan dan Pemanfaatan BPCB DIY Wahyu Astuti mengatakan tahap pertama ialah pembongkaran bangunan induk.

“Dibutuhkan waktu cukup lama sampai diputuskan Candi Kedulan benar-benat siap dibongkar, ada beberapa kendala,” ujarnya, Minggu (6/8/2017).

Wilayah di sekitar Candi Kedulan itu berada di bawah tanah sehingga saat musim hujan sangat mudah tergenang air. Tim juga telah membangun gorong-gorong di sekitar candi guna resapan air.

Wahyu menjabarkan jika direncanakan juga akan dibangun resapan air di candi tersebut pada pemugaran tahun mendatang. Fungsinya agar air tak lagi menggenang di wilayah sekitar candi itu.

Wanita yang juga penanggungjawab proyek pemugaran ini menjelaskan kendala utama dari Candi Kedulan adalah soal tanah sejak pertama kali ditemukan tahun 1993. Pasalnya, bangunan peninggalan nusantara itu berada di atas Tanah Kas Desa (TKD). Namun sudah dilakukan pembebasan yang bersifat tukar guling dengan lahan yang lain.

Adapun, tahap awal pemugaran akan dilakukan dengan membongkar bangunan kaki candi. Setelahnya akan dilakukan pengukuran dan registrasi agar saat batu itu dikembalikan, posisinya bisa sama seperti saat awal batu ditemukan. Sedangkan tahun depan, pemugaran akan diteruskan dengan mengembalikan bentuk asli bangunan.

Petugas juga melakukan tahap penguatan pada bangunan candi yang dibangun pada abad 9 Masehi guna menimbang mekanika tanah penyokong candi ini. Pengamatan dilakukan untuk menilai kemampuan tanahnya akan kuat menopang bangunan utuh candi.

Dikatakan jika proyek ini perlu dilakukan untuk mengembalikan bentuk asli bangunan. Sebab selama ini masyarakat saat mengunjungi Candi Kedulan dalam kondisi bangunan yang terpisah-pisah baik kaki, tubuh dan atap bangunan. Harapannya masyarakat dapat menikmati bangunan utuh dari candi yang bentuknya dinilai mirip dengan Candi Sambisari tersebut.

Lowongan Pekerjaan
PT. Hutama Karya (Persero), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…