Bangunan kios bekas pasar darurat Klewer Alun-alun Utara Keraton Solo, Rabu (5/7/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos) Bangunan kios bekas pasar darurat Klewer Alun-alun Utara Keraton Solo, Rabu (5/7/2017). (Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos)
Senin, 7 Agustus 2017 07:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Buat Kios Darurat Pedagang Pasar Klewer Timur, Pemkot Solo Sewa Seluruh Alut

Pemkot Solo akhirnya menyewa seluruh Alut Keraton untuk kios darurat pedagang Klewer timur.

Solopos.com, SOLO — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyewa setengah lahan Alun-alun Utara (Alut) untuk pasar darurat bagi pedagang Pasar Klewer timur dibatalkan. Lahan tersebut disewa seluruhnya sesuai permintaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan Pemkot diminta untuk menyewa lahan Alut secara keseluruhan untuk pasar darurat. Salah satu pertimbangannya masalah keamanan.

“Jadi nanti kami tidak sewa lahan sebagian saja, tapi seluruhnya akan digunakan,” kata dia kepada wartawan, Minggu (6/8/2017). (Baca juga: Alut Kembali  Jadi Pasar Darurat Klewer, Pemkot Solo Berhitung Uang Sewa)

Sesuai rencana, tadinya Pemkot hanya akan menyewa sebagian lahan untuk kios darurat pedagang Pasar Klewer timur. Lahan di sisi barat dipilih untuk digunakan sebagai pasar darurat.

Dana Rp1,5 miliar pun disiapkan Pemkot untuk menyewa lahan tersebut. Dengan kondisi ini, Pemkot segera melobi dan bernegosiasi dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat terkait uang sewa lahan.

Merujuk sewa lahan Alut untuk pasar darurat Klewer sebelumnya, Keraton mematok Rp2,5 miliar setahun untuk menyewa seluruh lahan Alut.

“Nanti kami bahas lebih lanjut dengan Keraton [soal sewa lahan Alut]. Mudah-mudahan Keraton menerima uang sewa Rp1,5 miliar saja karena anggaran Pemkot memang hanya itu,” kata dia.

Tentunya, Subagiyo menambahkan akan menggandeng tim appraisal untuk menghitung nilai sewa lahan Alut. Yang jelas, saat ini Pemkot hanya menyiapkan anggaran Rp1,5 miliar untuk sewa lahan Alut.

Subagiyo mengatakan selain digunakan untuk pasar darurat, sebagian lahan Alut akan digunakan sebagai kantong parkir serta sarana penunjang lainnya. “Kami akan gunakan bangunan pasar darurat. Jadi tidak ada membangun ulang,” katanya.

Perbaikan bangunan pasar darurat kini mulai dikerjakan Pemkot termasuk kondisi bangunan pasar darurat yang kotor mulai dibersihkan. Subagiyo mengklaim bangunan pasar darurat masih layak digunakan pedagang.

“Kita juga sudah pasang nomor di masing-masing kios dan papan nama pedagangnya,” katanya.

Ihwal pembangunan dan pemindahan pedagang ke pasar darurat, Subagiyo mengatakan masih menunggu daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dari pemerintah pusat. DIPA tersebut sebagai dasar Pemkot melaksanakan lelang dan tahapan pembangunan lainnya.

Ketua Satgas Panca Narendra Keraton Surakarta K.G.P.H. Benowo mengaku tidak mempersoalkan rencana Pemkot untuk memperpanjang sewa Alun-alun Utara (Alut). Keraton berharap Pemkot bisa menyewa lahan Alut seluruhnya. Lahan tersebut bisa dimanfaatkan Pemkot.

“Kalau mau diperpanjang, tidak masalah. Toh itu untuk kepentingan masyarakat. Tapi kalau bisa itu disewa seluruhnya, tidak sebagian. Toh kami juga tidak bisa memanfaatkan. Untuk sekaten juga tidak cukup,” katanya.

Keraton masih menunggu pembahasan detail rencana itu. Hingga kini pembicaraan lebih lanjut terkait hal tersebut belum dilakukan.

Pada intinya, Keraton siap membantu Pemkot untuk menyediakan lahan bagi pasar darurat. Dengan demikian para pedagang tetap bisa berjualan seperti biasa.

 

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…