Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) bersama Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pemangunan (PPP) KH Maimun Zubair (kanan) menghadiri milad ke-15 Yayasan Roushon Fikr di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (9/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif) Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) bersama Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pemangunan (PPP) KH Maimun Zubair (kanan) menghadiri milad ke-15 Yayasan Roushon Fikr di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (9/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)
Senin, 7 Agustus 2017 23:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

AKSIOMA 2017
Menteri Agama: Siswa Madrasah Wajib Menjaga Negeri

Aksioma 2017 digelar di Jogja.

Solopos.com, JOGJA — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) nasional di Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (7/8/2017) malam. Dalam kesempatan tersebut Lukman berpesan agar siswa siswi madrasah wajib menjaga diri dan menjaga negeri.

Baca Juga : DIY Tuan Rumah Aksioma 2017

“Jagalah negeri dengan terus berprestasi, terus rajut dan ukir prestasi hingga kalian jadi ahli. Namun bukan ahli yang lupa diri tapi ahli yang senantiasa mawas diri, bukan ahli yang tak berbakti tapi ahli yang senantiasa mengabdi. Bukan ahli yang tidak punya empati tapi ahli yang paham toleransi,” kata Lukman.

Lukman mengatakan pelaksanaan Aksioma dan KSM kali ini digelar di Jogja bukan tanpa alasan. Menurutnya di Jogjalah lahir seorang pahlawan, seorang bapak pendidikan, yakni Ki Hajar Dewantoro. Ia berharap semua guru madrasah dapat mencontoh dan mengamalkan pesan Ki Hajar Dewantoro bahwa menjadi guru hendaknya menjadi ribadi bermutu dalam kepribadian dan kerohanian dan menyiapkan peserta didik menjadi pembela nusa dan bangsa.

Guru, kata dia, harus hadir sebagai pigur dan teladan baru kemudian pendidikan dan mengajar. Lukman meyakini bahwa seluruh guru madrasah senantias menciptakan rasa cinta kepada segenap anak bangsa tanpa kecuali dalam setiap layanan pendidikan.

Karena dengan mengedepankan rasa cinta yang tulus, kata Lukman, maka akan melahirkan peserta didik yang terbaik, “Yang mengerti akan arti toleransi, empati dan cinta kasih yang tulus hingga bangsa indonesia yang majemuk dan penuh keberagaman akan miliki generasi penjaga eksistensi negara dari madrasah,” ujar Lukman.

Lowongan Pekerjaan
CV. TUNAS MERAPI SEJAHTERA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…