Pekerja menyelesaikan ornamen di bagian kanopi Museum Keris, Solo, Rabu (26/7/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Pekerja menyelesaikan ornamen di bagian kanopi Museum Keris, Solo, Rabu (26/7/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 6 Agustus 2017 06:35 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Peresmian Museum Keris Dimajukan 2 Pekan, Disbud Kelabakan

Wisata Solo, Presiden Jokowi dijadwalkan meresmikan Museum Keris pada Rabu (9/8/2017).

Solopos.com, SOLO — Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan Museum Keris Solo pada Rabu (9/8/2017) mendatang. Tanggal peresmian tersebut maju dua pekan dari rencana semula 25  Agustus.

Hal itu sempat membuat Dinas Kebudayaan (Disbud) kelabakan untuk menyelesaikan perbaikan museum. Kini, Museum Keris dengan sentuhan ornamen Jawa terus disempurnakan secara maraton.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menargetkan perbaikan Museum Keris rampung Senin (7/8/2017). Hal ini lantaran peresmian Museum Keris dijadwalkan maju dua pekan dari rencana awal diresmikan 25 Agustus.

Kabar peresmian disampaikan Wali Kota saat meninjau Museum Keris pada Jumat (4/8/2017) pagi. “Senin persiapan terakhir sebelum diresmikan 9 Agustus menyesuaikan agenda Presiden di Solo,” kata Rudy sapaan akrab Wali Kota.

Saat ini, Rudy mengklaim perbaikan museum sudah mencapai 80% dan tinggal memasuki tahapan finishing di bagian luar Museum Keris. Selain perbaikan, penataan koleksi keris juga tengah dilakukan.

Museum Keris ini akan menjadi satu-satunya di Indonesia menampilkan beragam aneka keris. “Ada 171 koleksi yang akan dipamerkan. Koleksi ini hibah para kolekteror dari Sabang sampai Marauke yang merupakan masterpiece,” katanya.

Rudy berharap operasional Museum Keris menjadi sarana edukasi bagi pengunjung tentang keris serta keberagaman tosan aji di Indonesia. Museum Keris sekaligus menjadi destinasi wisata baru di Kota Bengawan yang berfungsi sekaligus sebagai media pendidikan bagi anak-anak.

Para generasi penerus bangsa bisa mendapatkan pengetahuan tentang keris dan cara pembuatan keris. “Di dalam museum ini dilengkapi dengan sarana edukasi tentang asal-usul dan pembuatan keris,” katanya.

Museum Keris, lanjut dia, bukan sekadar tempat memamerkan koleksi keris, namun juga sebagai sarana edukasi sehingga dibuat dan didesain untuk menarik minat anak muda.

Kepala Disbud Solo Sis Ismiyati mengaku sempat dibuat kelabakan dengan majunya jadwal peresmian Museum Keris. Sesuai perencanaan mestinya perbaikan Museum Keris selesai final dikerjakan pada 17 Agustus nanti.

“Tapi begitu kita terima kabar peresmian maju tanggal 9 Agustus, ya sudah saya kumpulkan semuanya untuk dikerjakan siang malam,” kata dia.

Saat ini beberapa perbaikan masih dilakukan, seperti pemasangan ornamen-ornamen yang membutuhkan ketelitian. Secara otomatis, Ismi mengatakan Museum Keris akan dibuka untuk umum setelah diresmikan Presiden.

“Tiket akan mulai kita tarik mungkin sehari setelah itu [peresmian]. Tiket masuk ditetapkan untuk domestik Rp10.000 per pengunjung. Nanti rombongan dan mancanegara beda lagi,” katanya yang tak memerinci lebih jauh berapa tiket masuk mancanegara dan rombongan.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, tampak pekerja sedang melakukan pengerjaan ornamen di dinding lobi utama museum. Pengecatan juga dilakukan pada dinding-dinding lobi utama.

 

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…