Ketua MUI KH Ma'ruf Amin hadir menjadi saksi pada persidangan kedelapan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (31/1/2017). (JIBI/Solopos/Pool/Isra Triansyah) Ketua MUI KH Ma'ruf Amin hadir menjadi saksi pada persidangan kedelapan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (31/1/2017). (JIBI/Solopos/Pool/Isra Triansyah)
Minggu, 6 Agustus 2017 19:34 WIB John Oktaveri/JIBI/Bisnis Politik Share :

Soal Pidato Victor Laiskodat, MUI Minta Umat Tidak Dibawa-Bawa

Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin meminta agar masalah pidato Victor Laiskodat tidak membawa-bawa umat.

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, meminta Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR, Victor Laiskodat, mengklarifikasi maksud dari isi pidatonya di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu. Dia juga meminta agar semua pihak tidak ada yang membawa-bawa umat dalam masalah ini.

“Ya harus diklarifikasi Pak Victornya itu maksudnya apa. Kemudian tanggapan pihak-pihak yang merasa tidak senang, seperti apa. Menurut saya ya harus diklarifikasi saja,” ujar Ma’ruf.

Dia juga berharap umat Islam tidak terprovokasi terhadap pernyataan Victor dalam pidatonya. Dia meminta semua pihak tidak membawa umat Islam dalam polemik tersebut. “Jangan terprovokasi ya. Umat jangan dibawa, kalau dibawa ke umat itu jadi masalah besar itu. Kalau mau diproses, proses saja,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf meminta persoalan pidato Victor diproses oleh penegak hukum tanpa membawa-bawa umat Islam, apalagi saat ini banyak pihak sedang membangun situasi yang lebih kondusif di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa langkah yang diambil partainya melaporkan Victor ke Bareskrim merupakan langkah yang Pancasialis.

“Itu kan langkah yang Pancasialis, tidak main hakim sendiri tidak berkomentar yang bermacam-macam, ya kita melalui jalur hukum yang bagus,” katanya, Minggu (6/8/2017).

Sebelumnya, dalam pidatonya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat menuding ada empat partai yang mendukung sistem khilafah dan intoleran di Indonesia, termasuk PAN. Pidato Victor yang viral melalui media sosial itu sontak menimbulkan reaksi dari politikus empat parpol yang disebut.

Terkait hal itu, Zulkifli meminta kepada semua pihak untuk berhati-hati dalam berkomentar terutama menyangkut soal agama. “Saya minta kepada tokoh-tokoh elite siapa saja hati-hati kalau berkomentar soal Islam kalau tidak paham. Kalau tidak memahami Islam sebaiknya tidak mengomentari Islam nanti menjadi fitnah, nanti menimbulkan keresahan karena tidak paham,” ujar Zulkifli.

Dia juga berharap permasalahan Victor bisa diselesaikan “secara adat”.

ADMINISTRASI PERKANTORAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…