Gojek (@GoJek) Gojek (@GoJek)
Minggu, 6 Agustus 2017 18:47 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

Setelah Grab, Gojek Ikut Ramaikan Klaten

Transportasi umum berbasis aplikasi online makin ramai di Klaten.

Solopos.com, KLATEN — Setelah Grab Bike membuka rekrutmen driver, giliran Go-Jek memperkenalkan diri di car free day (CFD) Jl. Pemuda, Klaten, Minggu (6/8/2017).

Sebanyak 300 selebaran yang dibawa para pengemudi Go-Jek habis disebarkan kepada pengunjung CFD dalam hitungan menit. Salah satu pengemudi Go-Jek , Sofyan Hadi, 28, warga Desa Cawas, Kecamatan Cawas, mengatakan sosialisasi itu merupakan kali pertama Go-Jek tampil di publik Klaten.

Kemunculan Go-Jek dalam CFD Klaten menyusul dibukanya rekrutmen driver Grab beberapa waktu yang lalu. “Kami hanya mengenalkan diri kalau kami ada. Banyak juga yang antusias bertanya bagaimana cara bergabung dan sebagainya,” ujar dia, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (6/8/2017).

Ia menjelaskan di Klaten ada 80-100 pengemudi yang beroperasi setiap hari. Mereka ikut pendaftaran di Solo Baru dan Jogja. Di Klaten, perwakilan Gojek belum ada.

“Kami juga hanya melayani Go-Ride dan Go-Send. Untuk Go-Food sementara ini belum. Mungkin dua bulan lagi,” terang Sofyan.

Pangsa layanan ojek aplikasi di Klaten, menurut Sofyan masih sepi. Dalam sehari ia rata-rata menarik sekitar 3 rit dengan pendapatan Rp15.000 hingga Rp50.000.

Ia tak menampik adanya pandangan sinis dari pengemudi ojek pangkalan. Ia membenarkan adanya teguran ketika pengemudi Go-Jek mengangkut penumpang di kawasan Stasiun Klaten atau di Terminal Ir. Soekarno.

“Tapi itu masih sepihak dari ojek pangkalan. Kami belum ada komunikasi atau kesepakatan bersama hasil mediasi. Selama ini yang jadi centernya masih di Stasiun Klaten,” tutur dia.

Hal senada diungkapkan pengemudi Go-Jek lain, Baharudin, 59, warga Desa Bawak, Kecamatan Cawas. Ia berharap ojek pangkalan bisa bergabung dengan Go-Jek . Go-Jek sebetulnya memprioritaskan pengemudi ojek pangkalan untuk bergabung.

“Sebetulnya kan mereka [ojek pangkalan] bisa untung double. Mereka bisa narik menggunakan aplikasi bisa juga mangkal,” tutur dia.

Di Klaten, Baharudin mengaku baru beroperasi setelah Lebaran. Awalnya, ia mendaftar di Jakarta seusai memutuskan berhenti sebagai karyawan pabrik.

“Sempat juga narik di Jakarta. Terus sekarang di Klaten sejak Lebaran. Kalau pendapatan kadang Rp30.000 kadang sampai Rp100.000, enggak mesti juga. Di Klaten masih sepi,” beber dia.

Saat dimintai konfirmasi Solopos.com, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Purwanto Anggono Cipto, mengatakan tidak mengetahui soal sosialisasi yang dilakukan Go-Jek . Ia hanya menanyakan siapa ketua dan kenapa tidak ada pemberitahuan ke Dishub.

“Saya hanya kebetulan bertemu saat jalan. Saya minta segera merapat ke Dishub menyampaikan laporan sejauh mana operasi Gojek di Klaten dan kelanjutannya mau bagaimana. Jangan sampai terjadi hal-hal yg tidak kita inginkan,” terang dia.

SD MUHAMMADIYAH PK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…