Menara yang dipanjat warga Gaum, Tasikmadu, Susiani, 25, di Tegalgede, Karanganyar, Minggu (6/8/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) Menara yang dipanjat warga Gaum, Tasikmadu, Susiani, 25, di Tegalgede, Karanganyar, Minggu (6/8/2017). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Minggu, 6 Agustus 2017 21:35 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Sempat Dibujuk Mantan Pacar, Begini Proses Evakuasi Perempuan Panjat Menara di Karanganyar

Seorang perempuan asal Tasikmadu, Karanganyar, nekat memanjat menara karena didera masalah cinta.

Solopos.com, KARANGANYAR — Proses evakuasi perempuan asal Gaum, Tasikmadu, Karanganyar, Susiani, 25, yang nekat memanjat salah satu menara provider seluler di Tegalgede, Karanganyar, Minggu (6/8/2017) pukul 16.30 WIB, berlangsung cukup lama.

Sejumlah anggota tim Search and Rescue (SAR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dikerahkan untuk membujuk Susiani agar mau turun. Sebelum itu, Susiani juga sempat dibujuk mantan pacarnya, Febri, 25, yang datang setelah dikabari warga sekitar menara.

Susiani nekat memanjat menara karena kisah cintanya dengan Febri kandas di tengah jalan. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Febri menyusul Susi karena ingin membujuknya agar mau turun. Informasi yang beredar, kisah cinta sejoli ini kandas karena perjodohan.

Ketua RT 003/RW 003, Kampung Tegalrejo, Kelurahan Tegalgede, Karanganyar, Setyo Nugroho, mengaku melihat Susi memarkir sepeda motor di masjid dekat rumahnya. Setelah itu, dia memanjat pohon lamtoro gung dekat dinding pembatas area menara telekomunikasi.

Dia berhasil melewati kawat berduri setinggi 30 sentimeter dan turun dari tembok setinggi 3,5 meter. “Dia naik pohon lalu melompat tembok. Motornya diparkir di masjid dekat rumah. Ini manjat menara setinggi 72 meter. Nah pas posisi dia berhenti itu ada 50 meteran. Tetangga saya tahu itu pacarnya Febri. Lalu dia mengabari Febri yang kerja di warnet dekat sini,” tutur Setyo.

Setelah dikabari, mantan pacarnya itu menyusul. “Ceritanya mau membujuk. Jadi mereka berduaan di menara sampai sukarelawan datang,” imbuh dia.

Anggota Tim SAR Karanganyar, Wahyudi, yang melakukan evakuasi bercerita soal proses evakuasi tersebut. Wahyu menuturkan anggota Tim SAR dan BPBD Karanganyar akhirnya berhasil membujuk Susi setelah berbincang di menara.

Tim SAR dan BPBD Karanganyar datang ke lokasi pukul 17.00 WIB. Mereka membawa peralatan evakuasi. Susi turun pukul 18.45 WIB setelah berada di menara selama lebih dari dua jam.

Wahyudi bercerita Susi berhenti di tangga menara tanpa jaring pengaman. Wahyudi berinisiatif mengajak Susi naik menuju jaring pengaman.

“Saya ajak naik lagi sekitar sepuluh tangga. Itu saya bujuk agar tenang dan dia mau mengobrol. Dia cerita alasan naik menara dan persoalan apa yang dialami. Katanya keluarga dan mantan pacar. Setelah tenang, dia mau turun. Katanya mau mengobrol di bawah,” kata Wahyudi saat berbincang dengan Solopos.com.

Tetapi, Susi mengajukan satu syarat. Susi tidak ingin diketahui banyak orang. Wahyu memberikan syal untuk menutup muka Susi.

“Saat turun, tubuhnya diikat supaya aman. Yang turun pertama sukarelawan, korban, lalu sukarelawan. Ya saat cerita itu menangis. Sempat emosi karena mantan pacarnya,” ujar Wahyu.

Keluarga Susi datang ke lokasi kejadian pukul 18.00 WIB.

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…