Petugas SAR memberikan pertolongan terhadap salah seorang wisatawan yang tersengat inpes. Sabtu (18/7/2015).(JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan) Petugas SAR memberikan pertolongan terhadap salah seorang wisatawan yang tersengat inpes. Sabtu (18/7/2015).(JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Minggu, 6 Agustus 2017 21:22 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

SAR Siapkan Alkohol untuk Antisipasi Serangan Inpes

Serangan inpes mulai menyasar pantai selatan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul mulai mewaspadai serangan inpes di kawasan Pantai Selatan. Pasalnya hingga sekarang sudah ada beberapa wisatawan yang terserang hewan sejenis ubur-ubur ini.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan mendekatknya inpes ke kawasan pantai sudah mulai menimbulkan korban. Hingga saat ini ada enam pengunjung yang tersengat inpes di sejumlah pantai.

“Meski tersengat, namun para korban dapat diselamatkan,” katanya kepada Solopos.com, Minggu (6/8/2017).

Menurut dia, keberadaan inpes harus diwaspadai. Dari sisi bentuk, hewan ini sangat unik dan bisa menarik perhatian pengunjung, khususnya anak kecil sehingga ingin menyentuhnya. Namun demikian, Marjono meminta kepada pengunjung menghindari hewan tersebut karena dapat menyengat.

“Kalau sampai disentuh akan menyengat dan mengakibatkan efek gatal-gatal, panas hingga mengalami sesak nafas,” ujarnya.

Untuk mengatasi serangan tersebut, Marjono mengaku sudah menyiapkan beberapa langkah antisipasi. Selain terus berusaha memberikan peringatan kepada pengunjung, antisipasi juga dilakukan dengan menyediakan botol alkohol. Cairan ini dibutuhkan untuk disemprotkan kepada pengunjung yang tersengat inpes.

“Masing-masing pos pantau kami sediakan cairan sekitar satu liter. Jadi saat ada korban yang tersengat, petugas jaga bisa langsung memberikan pertolongan pertama menggunakan alkohol,” terang dia.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…