Ilustrasi pilkada serentak Jawa Tengah 2018. (JIBI/Semarangpos.com/Dok.) Ilustrasi pilkada serentak Jawa Tengah 2018. (JIBI/Semarangpos.com/Dok.)
Minggu, 6 Agustus 2017 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PILKADA 2018
3 Kandidat Cabup-Cawabup PPP ke DPW

Pilkada atau tepatnya Pilbup Kudus 2018 disongsong PPP dengan pendaftaran kandidat calon bupati dan calon wakil bupati.

Solopos.com, KUDUS — Pemilihan umum kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kudus 2018 disongsong Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan membuka pendaftaran kandidat calon bupati dan calon wakil bupati. Sudah tiga kandidat yang mengikuti penjaringan peserta pemilu lokal itu melalui PPP.

Dua kandidat mengembalikan berkas pendaftarannya ke Kantor DPC PPP Kudus, Rabu (2/8/2017) lalu, yakni Akhwan yang merupakan kader Partai Nasdem yang juga anggota DPRD Jateng serta Umar Ali yang merupakan pengusaha asal Kudus. Dengan demikian, menurut Ketua DPC PPP Kudus Ulwan Hakim, sudah tiga kandidat yang mengembalikan berkas pendaftaran tersebut.

“Pendaftar pertama yang mengembalikan berkas pendaftaran, yakni kader Partai Gerindra, Sri Hartini, sedangkan hari ini Akhwan dan Umar Ali,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya, kata dia, menunggu penutupan pendaftaran, kemudian berkas dari ketiga pendaftar tersebut akan diserahkan ke DPW PPP Jateng untuk diteruskan ke DPP PPP. “Berkas pendaftaran ketiganya akan ditindaklanjuti untuk diserahkan ke DPC PPP untuk diteruskan ke DPW PPP Jateng, kemudian diserahkan ke pengurus pusat,” imbuh Ketua Desk Pilkada DPC PPP Kudus Sutiyono.

Ketua DPC Partai Nasdem Akhwan mengatakan dirinya memang sengaja mendaftar ke PPP untuk memenuhi syarat maju sebagai bakal calon bupati. Saat ini, lanjut dia, Partai Nasdem hanya mengantongi empat kursi di DPRD Kudus, sehingga masih membutuhkan tambahan minimal lima kursi lagi untuk bisa maju sebagai bakal calon bupati. “Jika semua partai politik di Kudus membuka pendaftaran, tentunya akan saya ikuti semuanya,” ujarnya.

Ia mengakui sudah melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai, seperti PKB, Partai Golkar, PAN, Hanura, Demokrat, PKS hingga PPP. Sementara itu, untuk PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, dia mengaku, tidak mendaftar karena peluang mendapatkan rekomendasi sangat tipis mengingat kedua partai sudah memiliki calon dari kader sendiri.

Pengusaha rokok Umar Ali mengakui dirinya sudah mendaftar ke dua partai politik, yakni PDI Perjuangan dan PPP. “Komunikasi politik juga sudah saya lakukan ke beberapa partai,” ujarnya.

Di antaranya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki enam kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan empat kursi, Partai Bulan Bintang (PBB) dengan satu kursi. “Saya juga siap mendaftar ke partai lain jika membuka pendaftaran,” ujarnya.

Ia mengaku, optimistis bisa mendapatkan rekomendasi. Dia mengklaim bisa mengantongi 10 kursi sebagai syarat minimal untuk maju dalam pilkada atau Pilbup Kudus 2018. Hanya saja, dia enggan, menyebutkan partai yang dimungkinkan siap mendukungnya, karena untuk kepastiannya harus menunggu rekomendasi terlebih dahulu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

SOLOPOS HARI INI
Sistem Kerja Densus Tipikor Hingga Pembangunan Pasar Klewer Timur

Halaman utama Harian Umum Solopos hari ini, Selasa (17/10/2017), memberitakan tentang pola kerja Densus Tipikor. Solopos.com, SOLO – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan tentang sistem kerja Detasemen Khusus (Densus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Densus terbaru itu akan mengadaptasi sistem…