Ilustrasi elpiji 3kg alias gas si melon. (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi elpiji 3kg alias gas si melon. (JIBI/Bisnis/Dok.)
Minggu, 6 Agustus 2017 18:45 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Solo Share :

Permintaan Meningkat, Solo Dipasok 47.040 Tabung Gas Melon

Solo merupakan daerah kedua di Soloraya yang mendapat alokasi tambahan setelah Sragen.

Solopos.com, SOLO – Pasokan elpiji 3 kilogram (kg) Kota Solo ditambah 47.040 tabung seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Pasokan tambahan tersebut disalurkan pada Sabtu-Sabtu (5-12/8/2017).

Manager Area Communication and Relations Pertamina Jawa Bagian Tengah (JBT), Andar Titi Lestari, menyampaikan pasokan normal Kota Solo setiap bulannya adalah 715.000 tabung atau 27.500 tabung per harinya. Penambahan tersebut dilakukan berdasarkan surat permintaan dari Pemkot Solo yang dikirim pada Kamis (3/8/2017).

Dalam suratnya, Dinas Perdagangan Solo menyebutkan tingginya permintaan terjadi karena tradisi bulan hajatan. Apabila tidak diantisipasi akan berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga elpiji yang tinggi. Oleh karena itu, penambahan diperlukan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan elpiji dan harga yang wajar.

“Penetapan penambahan alokasi elpiji dilakukan berdasarkan hasil pantauan kebutuhan di lapangan,” ungkap Andar saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (5/8/2017).

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Soloraya, Budi Prasetyo, menyampaikan penambahan dilakukan karena adanya kenaikan kebutuhan masyarakat dan ada permintaan dari pemerintah daerah (pemda) setempat.

Menurut dia, Solo merupakan daerah kedua di Soloraya yang mendapat alokasi tambahan setelah Sragen. Penambahan dilakukan setelah tim Dinas Perdagangan Solo dan Hiswana Migas Soloraya terjun ke lapangan untuk melakukan pantauan.

“Kemungkinan Selasa [8/8] pasokan elpiji di Solo sudah mulai normal karena penambahan alokasi sudah dilakukan sejak Sabtu [5/8],” ungkap Budi secara terpisah.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan Selasa akan rapat dengan Pemda Wonogiri untuk membahas pasokan gas melon. Menurut dia, konsumsi elpiji di Kota Gaplek juga meningkat sehingga alokasi harian yang dikirim cepat habis dan mengarah pada kelangkaan.

“Selasa nanti dirapatkan dulu dengan Pemda Wonogiri untuk membahas pasokan karena kalau untuk minta tambah [pasokan elpiji] harus ada surat permintaan dari pemda setempat. Sejauh ini baru Wonogiri yang mulai ada indikasi kekurangan pasokan elpiji 3 kg, Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, dan Boyolali masih aman,” terangnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…