Dua petugas medis RSUD Sragen memeriksa kondisi mayat laki-laki misterius yang ditemukan di Dukuh Gondang RT 011, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos) Dua petugas medis RSUD Sragen memeriksa kondisi mayat laki-laki misterius yang ditemukan di Dukuh Gondang RT 011, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)
Minggu, 6 Agustus 2017 14:45 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENEMUAN MAYAT SRAGEN
Jenazah di Kedawung Diduga Korban Perampokan, Pelaku Masih Buron

Hasil autopsi terhadap jenazah Budiono tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dengan senjata tajam.

Solopos.com, SRAGEN—Polres Sragen menerjunkan tiga Tim Reserse Mobile (Resmob) untuk memburu pelaku perampokan yang mengakibatkan warga Kramat Jegu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Agus Budiono, 59, meninggal dunia dalam kondisi terikat dan terlakban. Mayat Budiono ditemukan warga di Dukuh Gondang RT 011, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Jumat (4/8/2017) pagi.

Kasatreksrim AKP Dimas Bagus Pandoyo mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Minggu (6/8), mengatakan hasil autopsi terhadap jenazah Budiono tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dengan senjata tajam.

(Baca Juga: Jenazah Pria dengan Tangan dan Kaki Terikat di Kedawung Warga Jatim?)

Dimas menyatakan hasil autopsi memastikan Budiono meninggal dunia karena kehabisan oksigen. Hasil autopsi itu sesuai dengan kondisi mayat Budiono saat ditemukan warga, yakni mulut dan hidungnya dilakban warna hitam dan matanya juga diplester menggunakan bahan bewarna cokelat.

“Jenazah Budiono sudah diambil keluarganya Sabtu (5/8/2017) siang. Yang mengambil kedua orang anak mantunya. Budiono ini memang bekerja sebagai sopir ekspedisi barang. Usaha itu milik keluarga yang dibangun cukup lama. Saat itu, korban memang mengantar barang berupa bawang putih dengan menggunakan truk Mitsubishi dengan pelat nomor W 9041 UZ,” ujar Dimas.

Dimas sudah meminta keterangan dari pihak keluarga korban. Namun hasil keterangan itu, kata dia, belum bisa dipublikasikan karena menjadi bahan dalam pengembangan kasus.

(Baca Juga: Jenazah Pria Kaki dan Tangan Terikat di Kedawung Diduga Korban Pembunuhan)

Dimas juga sudah meminta keterangan dari saksi lain yang terkait dengan usaha ekspedisii bawang putih itu tetapi hasilnya juga menjadi bahan untuk pendalaman kasus. “Maaf kami tidak bisa menyampaikan hasil keterangan para saksi. Motifnya pun belum diketahui,” ujar Dimas.

Dimas hanya memastikan Tim Resmob bergerak untuk mencari pelaku perampokan itu. Dia menyampaikan truk yang digunakan korban sampai sekarang belum ditemukan. “Agak kerepotan dalam mengungkap kasus itu. Kalau pelakunya kemungkinan besar lebih dari satu. Masalahnya tidak ada saksi di lokasi kejadian penemuan mayat dan indikasi lokasi perampokan. Korban ini mengantar barang juga sendirian tanpa ada kernet yang menemaninya. Kami masih terus mengusut kasus itu,” tuturnya.

(Baca Juga: Jenazah Pria dengan Kaki dan Tangan Terikat Ditemukan di Alas Karet Kedawung)

Sebelumnya, identitas mayat yang diduga sebagai korban pembunuhan dan perampokan yang ditemukan di wilayah Kedawung terungkap, Agus Budiono, warga kelahiran Surabaya, 12 April 1958.

Identitas korban diketahui berdasarkan keterangan warga yang menghubungi polisi dan memberitahu bila kehilangan anggota keluarga dengan nama tersebut dan ciri-ciri persis seperti korban.

Lowongan Pekerjaan
PT. KELOLA JASA ARTHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…