Mendikbud Muhadjir Effendy (Dok/JIBI/Solopos/Antara) Mendikbud Muhadjir Effendy (Dok/JIBI/Solopos/Antara)
Minggu, 6 Agustus 2017 09:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

Menurut Mendikbud, Hanya 10 dari 199 Laporan Pungli Bidang Pendidikan Terbukti

Hanya 10 dari 199 laporan pungutan liar di bidang pendidikan dari tim Saber Pungli yang terbukti menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Solopos.com, JAKARTA—Muhadjir mengatakan telah menindaklanjuti laporan dari tim Saber Pungli di bidang pendidikan dan hanya 10 laporan yang benar-benar pungutan liar atau pungli.

“Dari 199 laporan yang masuk ke tim Saber Pungli, namun setelah ditindaklanjuti hanya 10 yang benar-benar pungutan liar, dan itu pun di daerah,” ujar Muhadjir di Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Muhadjir menjelaskan tidak bermaksud campur tangan. Namun apabila kasus pungli terjadi di daerah, maka hal itu menjadi tanggung jawab dari daerah. “Saya tidak bermaksud untuk campur tangan. Tapi sektor pendidikan sudah di masing-masing daerah,” kata dia seperti dilansir Antara, Jumat.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut mengaku punya tekad tinggi untuk memberantas pungutan liar, salah satunya dengan bekerja sama dengan tim Saber Pungli. Mendikbud menjelaskan selalu menurunkan tim untuk mengecek setiap laporan yang masuk.

“Contoh terakhir di Badung. Kami selalu menurunkan tim untuk klarifikasi karena wilayah pendidikan begitu luas dan hampir semuanya berkepentingan dengan pendidikan.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemendikbud, Daryanto, sudah menyelesaikan 433 kasus pungutan liar. “Kami akan menindaklanjuti setiap laporan yang ada, tentunya dengan langkah yang sudah disepakati bersama, ” kata Daryanto.

Ke depan, pihaknya akan menindaklanjuti Permendikbud No. 75/2016 tentang Komite Sekolah yang membahas sumbangan dan bantuan. “Jadi harus ada persepsi bersama mengenai hal ini, ” kata Daryanto.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…