Pemain SMP Negeri 15 Solo (kanan) berhasil melewati pemain 411 Pandawa Salatiga dalam pertandingan Liga Pelajar U-14 Piala Menpora 2017 wilayah Jateng di Lapangan Kota Barat, Solo, Sabtu (5/8/2017). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Minggu, 6 Agustus 2017 15:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA PELAJAR U-14 JATENG
6 Wakil Soloraya Melenggang ke 16 Besar

Liga Pelajar U-14 Jateng diwarnai dengan tim Soloraya yang Berjaya.

Solopos.com, SOLO — Tim-tim Soloraya benar-benar mendominasi fase grup di Liga Pelajar U-14 Piala Menpora 2017 Wilayah Jateng di Solo, Jumat-Sabtu (4-5/8/2017). Terbukti, semua alias enam wakil Soloraya sukses lolos ke babak 16 besar.

Ya, tidak ada tim dari Soloraya yang terjegal di babak grup. Keenam wakil Soloraya tersebut yakni Madya Pemda Solo, SMPN 15 Solo, Bonansa Solo, R2 Solo, Pasoepati Football Acedemy (PFA) Sukoharjo, serta Putra Wonogiri.

SMPN 15 Solo bahkan tampil sempurna di putaran Grup A. Tim berjuluk Libelska tersebut selalu menang dalam tiga pertandingan, masing-masing melawan PPLP Kendal, PFA Sukoharjo, dan 411 Pandawa Salatiga.

Padal laga terakhir Grup A, SMPN 15 Solo menundukkan 411 Pandawa Salatiga dengan skor tipis 1-0 di Lapangan Kota Barat, Solo, Sabtu siang WIB.  Satu-satunya gol SMPN 15 dicetak Ahmad Wahid  ketika pertandingan baru berjalan beberapa detik. Lewat dua kali operan dan empat kali sentuhan, Ahmad Wahid sukses menjebol gawang 411 Pandawa hanya beberapa saat setelah kick-off.

“Pertandingan di babak 16 besar tentu akan lebih ketat. Masih perlu ada beberapa pembenahan, seperti kekompakan tim dan penyelesaian akhir,” jelas Pelatih SMPN 15 Solo, Ano Suhardi, ketika dijumpai Solopos.com seusai laga di Lapangan Kota Barat.

Nilai sempurna dalam tiga laga itu membuat SMPN 15 Solo memuncaki klasemen Grup A. Sementara runner-up Grup A diduduki PFA Sukoharjo. Dari hasil drawing babak 16 besar, Sabtu sore, SMPN 15 beruntung karena mendapat lawan bye. Itu artinya mereka dipastikan langsung lolos ke babak perempatfinal dan akan bertemu pemenang Bonansa Solo melawan SSA Kedungwuni Pekalongan.

Sementara hasil lumayan apik diperoleh Madya Pemda Solo. Tim yang diarsiteki Eko Setianto tersebut mencatat rekor tak terkalahkan di putaran Grup B, dengan dua kali menang dan sekali imbang.

Pada pertandingan terakhir grup, Madya Pemda menyikat Wajar Magelang 2-1 lewat gol Taat Tawakalna dan Anugerah Saifullah. Di babak 16 besar nanti, Madya Pemda akan melakoni laga derby dengan melawan R2 Solo.

“Meski kami finis sebagai juara grup, namun dalam undian tetap saja tidak menguntungkan. Karena tidak dibedakan antara juara dan runner-up grup. Harapan kami untuk turnamen berikutnya hal semacam ini dipikirkan,” jelas Eko Setianto.

Babak 16 besar akan digelar di Lapangan Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Minggu (6/8/2017). Pertandingan di babak 16 besar pada turnamen pembinaan yang memakai aturan laga 2×25 menit ini akan dilanjutkan hingga babak final pada hari yang sama.

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…