PSISra Sragen vs Persis Gotong Royong (JIBI/Solopos/Chrisna Chanis Cara)
Minggu, 6 Agustus 2017 19:26 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 3
PSISra Sragen Vs Persis GR Berakhir Imbang

Liga 3 menyajikan duel PSISra vs Persis GR

Solopos.com, SRAGEN — PSISra Sragen gagal memanfaatkan dukungan seribuan fans setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Persis Gotong Royong (GR) dalam semifinal leg pertama Liga 3 zona Jawa Tengah di Stadion Taruna, Minggu (6/8/2017). Hasil itu membuat perjuangan Mega Irianto dkk. menuju babak final turnamen makin berat.

Lolosnya PSISra ke semifinal Liga 3 membuat jumlah penonton yang menyambangi Taruna naik dua kali lipat. Hampir sepanjang pertandingan fans PSISra yang tergabung dalam Laskar Sukowati Sragen (Lassus), suporter casual maupun penonton umum terus membakar semangat tim asuhan Mulyadi.

Mereka bahkan tak segan “meneror” pemain tim tamu dari tribune yang letaknya tak terlalu jauh dari lapangan. Ada pula suporter casual yang memasang spanduk berisi kalimat satir, “Pantang Menyerah PSISra! Walaupun Juara Sudah Dibooking”.

Sayang dukungan all out suporter gagal dimanfaatkan Laskar Sukowati, julukan PSISra, untuk meraih kemenangan di kandang sendiri. Meski mereka sukses mempertahankan rekor tak pernah kalah di Taruna musim ini, perjuangan PSISra jelas lebih berat karena di leg kedua mereka harus menyambangi kandang Persis GR di Manahan, Minggu (13/8/2017).

“Strategi kami buyar karena wasit tidak adil. Seringkali wasit meniup peluit saat kami berupaya membangun serangan. Ini merusak ritme pertandingan,” ujar Pelatih PSISra, Mulyadi, saat ditemui wartawan seusai laga.

Kedua tim sebenarnya sama-sama bermain ngotot sejak awal pertandingan. Namun tim tamu lebih mendominasi dalam hal penguasaan bola dan kans mencetak gol. Persis GR langsung mendapat peluang emas di menit ke-13 saat free kick Riky Junian membentur mistar gawang.

Di menit ke-29 giliran Ainudin Devira yang berpeluang mencetak gol setelah mendapat umpan lambung terobosan Marcelino Waroy dari tengah lapangan. Sayang Ainudin yang tinggal berhadapan dengan kiper Deni Wahyu tak mampu mengontrol bola dengan baik sehingga bola dicocor keluar oleh bek PSISra.

Tuan rumah sendiri sempat mencetak gol lima menit kemudian. Sayang gol striker Rohmad Deny dianulir karena sebelumnya dianggap melanggar kiper Yudha Andika. Di babak kedua, kiper PSISra Deni Wahyu tampil sigap dengan menggagalkan tembakan Fanky Pasamba. Bek tuan rumah juga cukup disiplin dan mampu meredam akselerasi berbahaya winger Riky Junian dan Ainudin Devira.

“Kami sukses memberi tekanan, tapi lagi-lagi masalah finishing. Di leg kedua harus ada pembenahan. Yang jelas kami akan lebih menyerang,” ujar Pelatih Persis GR, Eduard “Edu” Tjong.

Dia menampik tekanan pendukung tuan rumah memengaruhi penampilan anak asuhnya. “Enggak ada masalah, ini masih belum apa-apa. Nah kalau lawan Persebaya bisa kencing di celana,” canda Edu.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…