Seorang penerjun dari Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Korps Paskhas TNI AU Jogja melakukan pendaratan saat latihan terjun payung di Lapangan Terbang (Lapter) Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (8/2/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Seorang penerjun dari Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Korps Paskhas TNI AU Jogja melakukan pendaratan saat latihan terjun payung di Lapangan Terbang (Lapter) Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (8/2/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Minggu, 6 Agustus 2017 19:21 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

LANUD GADING
Tak Lagi Masuk Skala Prioritas, Pemkab Fokus Pengembangan Kawasan pesisir

Lanud Gading tak jadi dikembangkan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memupus mimpi untuk dapat mengoperasionalkan Lanud Gading guna melayani penerbangan komersial dalam waktu dekat ini. Sebagai gantinya, pemkab fokus untuk pengembangan kawasan pesisir guna menyambut keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.

Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono membenarkan jika rencana pengoperasian Lanud Gading di Desa Gading, Playen untuk penerbangan komersial tidak lagi menjadi prioritas. Ada beberapa faktor yang membuat rencana pengoperasian bandara tidak jadi dilakukan. Selain masalah tingkat kebutuhan yang dirasa masih belum mendesak karena adannya dua bandara di wilayah DIY (Kulonprogo dan Adisucipto), masalah infrastruktur juga jadi kendala.

Menurut dia, infrastruktur jalan yang ada saat ini belum mampu menunjang keberadaan bandara.

“Tidak bisa diandalkan karena akses Jogja-Wonosari sudah sangat padat. Mungkin beda ceritanya jika jalan dari Sleman ke Gunungkidul sudah tersambung sehingga banyak alternative pilihan. Jadi untuk saat ini, kebutuhan bandara belum masuk prioritas pembangunan yang dimiliki pemkab,” katanya kepada Solopos.com, Jumat (4/8/2017).

Drajad menjelaskan meski pembangunan bandara sudah dipinggirkan, namun pemkab tetap fokus dalam upaya pembangunan untuk menunjang perkembangan sektor pariwisata dan kelautan di Gunungkidul. Ia menuturkan, pembangunan ke depannya difokuskan di daerah pesisir.  Hal ini tidak lepas dari keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan yang ditargetkan selesai di 2019 mendatang.

“Saya yakin keberadaan JJLS dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan di pesisir Gunungkidul karena akses jalan yang lebih lancar,” katanya.

Drajad pun mewacanakan untuk optimalisasi Pelabuhan Sadeng guna menunjang keberadaan JJLS. Adapun wacana tersebut dengan jalan memperluas keberadaan area dermaga sehingga aktivitas keluar masuk kapal lebih mudah.

“Ini memang masih sebatas wacana, tapi ke depannya kami akan komunikasikan dengan Pemerintah DIY. Saya yakin, dengan JJLS maka Pelabuhan Sadeng dapat lebih berkembang pesat lagi,” kata mantan Sekretaris DPRD DIY ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, beberapa program telah dipersiapakn untuk mendukung keberadaan JJLS, di antaranya pembangunan RSUD Tipe D Saptosari dan rest area di kawasan Tanjungsari.

Eddy menjelaskan, untuk RSUD Tipe D, proses pembagunan sudah dimulai di tahun ini. Sedang untuk rest area, pemkab baru merencanakan untuk melakukan pembebasan lahan. “Kami terus berproses. Mudah-mudahan dengan program yang dimiliki ini maka dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan di Gunungkidul,” kata Eddy.

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Pengelolaan Sirkuit Motocross Papahan Karanganyar Pindah ke Warga

Warga mengelola sirkuit motocross di Papahan. Solopos.com, KARANGANYAR – Warga Papahan Kecamatan Tasikmadu secara resmi mengelola sirkuit motocross seluas lima hektare, mulai awal pekan lalu. Pemanfaatan sirkuit yang berada di dekat perempatan Papahan itu pada hari Minggu setiap pekannya. Berdasarkan informasi…