Sebuah tiang listrik di Girimulyo ambruk akibat hujan deras dan angin kencang terjadi Selasa (24/3/2015) sore. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Sebuah tiang listrik di Girimulyo ambruk akibat hujan deras dan angin kencang terjadi Selasa (24/3/2015) sore. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 6 Agustus 2017 02:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ini Penyebab Padamnya Aliran Listrik di Luar Kendali PLN

Masyarakat diminta untuk ikut bekerja sama dalam menciptakan keteraliran listrik di DIY

Solopos.com, JOGJA-Masyarakat diminta untuk ikut bekerja sama dalam menciptakan keteraliran listrik di DIY. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya listrik byar pet.

Humas Kantor PLN Jogja, Paulus Kardiman menjelaskan terjadinya listrik padam selama ini bisa dipicu oleh dua hal, yaitu sengaja dipadamkan oleh PLN untuk kepentingan pemeliharaan, dan kedua padam karena ada gangguan.

Jenis gangguan sendiri ada dua, internal dan eksternal. Gangguan internal seperti peralatan listrik yang aus dan eksternal seperti gangguan alam, pohon, serta pemasangan baliho dan bendera yang berdekatan dengan jaringan listrik. “[Faktor eksternal] Ini yang di luar kewenangan PLN,” katanya pada Solopos.com, Jumat (4/8/2017).

Dalam sosialisasi pada masyarakat, PLN sudah berkali-kali menjelaskan bahwa ada ketentuan right of way (ROW) atau jarak aman material/barang dengan jaringan listrik berjarak 2,5 meter.

Namun pada kenyataannya, ada pohon dan material lain yang justru berada berdampingan dengan jaringan listrik sehingga menyebabkan aliran listrik terganggu. “Sebanyak 30 persen gangguan itu dari pohon,” kata Kardiman.

Kaitan dengan pohon memang masih menjadi dualisme kepentingan. Dari sisi PLN, pohon yang berdekatan dengan jaringan listrik bisa menimbulkan gangguan, sementara dari sisi pemerintah dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH), pohon jadi perindang. Lain lagi dari sisi masyarakat yang bisa menjadi aset karena pohon memiliki nilai jual.

Banyaknya pohon di sekitar jaringan menjadi kendala bagi PLN. Hal ini banyak dialami di daerah pinggiran seperti Wonosari dan Menoreh. Solusi untuk menjangkau daerah ini yaitu dengan mengganti dengan jaringan yang berisolasi atau kabel terbungkus, meski dari sisi biaya cukup besar.

Kardiman menegaskan, PLN hanya meminta kerjasama masyarakat untuk mau mengondisikan jaringan listrik tidak berdekatan dengan material lainnya. Hal ini bertujuan agar listrik tetap bisa teralirkan.

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY Edi Indrajaya juga menyepakatinya. Permasalahan keteraliran listrik erat kaitannya dengan masyarakat.

“Byar pet-nya itu karena banyak pohon [yang menggangu jaringan listrik] terutama saat hujan. Butuh kerjasama masyarakat juga terutama yang di desa, kalau di kota sudah [aman],” tuturnya.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…