Ilustrasi kebakaran hutan (JIBI/Solopos/Antara/Dok.) Ilustrasi kebakaran hutan (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)
Minggu, 6 Agustus 2017 12:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BENCANA JATENG
Begini Bahaya Jika Kebakaran Hutan Melanda

Bencana kekeringan di Jateng berpotensi menyebabkan kebakaran hutan.

Solopos.com, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) mengeluarkan status siaga darurat kekeringan selama musim kemarau. Kondisi ini tak lain selama musim kemarau wilayah Jateng berpotensi mengalami berbagai musibah, seperti kelangkaan air hingga ancaman kebakaran hutan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sarwa Pramana, menyebutkan selama tahun 2016, hutan-hutan di Jateng aman dari bahaya kebakaran. Kondisi itu berbeda dengan yang terjadi pada 2015, di mana sejumlah hutan di Jateng mengalami kebakaran, salah satunya hutan yang terletak di lereng Gunung Slamet.

“Kalau sampai tahun ini terjadi bahaya kebakaran lagi jelas gawat. Makanya, kami imbau masyarakat untuk ikut menjaga keamanan hutan, seperti dengan tidak membuat api unggun saat melakukan pendakian gunung, membuang puntung rokok sembarang atau membakar alang-alang untuk lahan pertanian,” beber Sarwa saat dijumpai Semarangpos.com di ruang kerjanya, Jumat (5/8/2017).

Sarwa menyebutkan jika hutan di Jateng terjadi kebakaran akan sulit dipadamkan. Kondisi itu tak lain karena hutan-hutan di Jateng terletak berjauhan dengan sungai-sungai besar maupun laut.

“Kondisinya berbeda dengan hutan di Sumatra atau Kalimantan yang dekat dengan sungai besar atau laut. Helikopter yang akan memadamkan kebakaran di sana tidak akan kesulitan untuk mendapatkan air. Kalau di sini helikopternya yang repot, mau ambil air di mana? Dari laut jauh, dari sungai juga jauh, jadi kalau helikopterambil butuh waktu dan kebakarannya tak bisa segera dipadamkan,” beber Sarwa.

Sarwa pun berharap tahun ini Jateng tidak lagi mengalami kebakaran hutan, seperti tahun kemarin. Guna mengantisipasi bahaya kekeringan itu, BPBD Jateng menyiapkan dana sekitar Rp600 juta.

Selain itu pihaknya juga telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan mengalami kekeringan. Ada 1.314 desa yang terancam bencana kekeringan dan berada di 219 kecamatan dan 27 kabupaten/kota.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…