Pasangan pedansa Gunungkidul yang akan berlaga pada PON 2016 september mendatang, Athaya Hanum Mahira (14) dan Hendi Hendarmawan (15) tampil dalam sebuah workshop dansa di Gedung Kesenian, Baleharjo, Wonosari, Minggu sore (7/8/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Pasangan pedansa Gunungkidul yang akan berlaga pada PON 2016 september mendatang, Athaya Hanum Mahira (14) dan Hendi Hendarmawan (15) tampil dalam sebuah workshop dansa di Gedung Kesenian, Baleharjo, Wonosari, Minggu sore (7/8/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 6 Agustus 2017 11:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

6 Hektare Lahan Kosong di Wonosari Dinilai Cocok untuk Arena Olahraga

Komisi C DPRD Gunungkidul melihat masih adanya lahan milik Pemerintah Kabupaten dibiarkan tak terpakai

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Komisi C DPRD Gunungkidul melihat masih adanya lahan milik Pemerintah Kabupaten dibiarkan tak terpakai. Salah satunya terlihat pada lahan seluas enam hektare yang ada di sekitar Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Siraman, Wonosari.

Saat ini, keberadaan lahan tersebut dibiarkan tak terpakai. Padahal jika dilihat dari potensi lahan tersebut dapat difungsikan, salah satunya untuk arena olahraga terpadu.

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto, optimalisasi lahan kosong sangat dibutuhkan sehingga tidak ada kesan mangkrak. Untuk itu, ia berharap agar lahan-lahan tersebut bisa segera dimanfaatkan. “Yang saya tahu, salah satunya berada di area Desa Siraman. Adapun bidangnya sangat luas karena mencapai enam hektare,” katanya kepada wartawan, Jumat (4/8/2017).

Menurut dia, lokasi tersebut dapat difungsikan sebagai pusat kegiatan olahraga seperti tenis, basket, panjat tebing hingga voli pantai. Purwanto pun berpendapat bila rencana tersebut dapat diwujudkan dapat berdampak terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya sebagai sarana pengembangan kewilayahan.

Hal senada diungkapkan oleh Anggota Komisi C dari Fraksi Handayani Anton Supriyadi. Menurut dia, lahan seluas enam hektare itu dapat digunakan sebagai relokasi area olahraga yang ada di belakang kantor Pemkab Gunungkidul.

“Nanti kalau sudah dipindah, lokasi tempat olahraga di belakang pemkab dapat digunakan untuk perluasan pembangunan taman kuliner,” katanya.

Menurut dia, pengembangan area taman kuliner dapat dilakukan. Hal itu tidak lepas dari perkembangan dari tempat kuliner itu yang mengalami perkembangan dengan pesat.

“Saya kira kalau itu dapat dimanfaatkan malah bisa jadi hal yang menguntungkan. Di satu sisi, area taman kuliner bisa lebih berkembang, sedang di sisi lainnya tidak ada kesan lahan milik pemkab dibiarkan kosong,” ujar Politis Nasdem ini.

Kepala Bidang Aset, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Prihatin Eka Widada mengatakan bahwa lahan yang ada di depan BLK tidak mangkrak karena dilokasi tersebut ada kantor untuk bidang pertanian. Namun demikian, lanjut dia, keberadan kantor tersebut hanya menggunakan sebagian dari area lahan. “Tidak mangkrak. Hanya memang masih ada sisa lahan yang tak terpakai karena bangunan tidak memakai seluruh bidang tanah yang ada,” kata Eka.

Disinggung mengenai alih fungsi lahan, Eka mengaku sangat mungkin dilakukan. Namun dalam prosesnya harus melalui kajian yang matang. “Saya kira di lokasi itu [lahan di depan BLK] bisa saja dijadikan untuk pusat olahraga, tapi sebelumnya harus ada kajian untuk alih fungsi lahan,” ujarnya.

Lowongan Pekerjaan
PT. KELOLA JASA ARTHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…