Siswa TK Raudlatul Atfal Perwanida, Ngawi, Jawa Timur menaiki salah satu wahana di Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/6/2014). Liburan akhir tahun ajaran dimanfaatkan para pendidik taman kanak-kanak tersebut mengajak peserta didik mereka berwisata ke Soloraya. Aktivitas itu diharapkan mampu menjadi salah satu bentuk hiburan kepada siswa setelah belajar satu tahun penuh. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos) Siswa TK Ngawi Berlibur ke THR Sriwedari Solo (JIBI/Solopos/Dok)
Sabtu, 5 Agustus 2017 22:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

WISATA SOLO
Pindah ke TSTJ, THR Butuh 3 Tahun untuk Balik Modal

Wisata Solo, THR Sriwedari diperkirakan butuh waktu tiga tahun baru bisa balik modal saat pindah ke TSTJ.

Solopos.com, SOLO — PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (Smart) memprediksi butuh waktu tiga tahun untuk break event point (BEP) atau balik modal dan membentuk kembali pasar Taman Hiburan Remaja (THR) Sriwedari setelah pindah ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dan berubah nama menjadi THR Bengawan Solo.

Pengelola THR Sriwedari menargetkan relokasi ke TSTJ bisa dilakukan akhir tahun ini. Manajemen PT Smart sudah beberapa melakukan riset ke lokasi untuk mengetahui potensi pasar THR di TSTJ.

Jika dibandingkan THR Sriwedari saat ini yang berada di tengah jantung Kota Solo dan tepi jalan protokol Slamet Riyadi, manajemen perlu bekerja keras membentuk kembali pasar THR di TSTJ. “Kalau secara bisnis, kami hitung-hitung mungkin baru bisa jalan kalau sudah tiga tahun. Kami pernah riset ke sana, ya memang kalau malam kondisinya sangat sepi, tapi itu untuk saat ini,” kata Direktur PT Smart, Sinyo Sujarkasi, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (4/8/2017).

Dia berharap pengembangan wisata di TSTJ oleh sejumlah investor, salah satunya PT Cikal Bintang Bangsa dan ke depan juga oleh THR Sriwedari, juga diikuti dengan pembangunan infrastruktur di sekitar TSTJ oleh pemerintah.

“Salah satunya itu kami pernah menyampaikan permintaan kepada Pemkot Solo agar ada penerangan jalan yang memadai mulai dari depan TSTJ sampai jembatan Sungai Bengawan Solo.”

Dia juga berharap pembangunan taman lampion oleh PT Cikal Bintang Bangsa bisa menjadi magnet bagi masyarakat untuk mengunjungi kawasan TSTJ pada malam hari. Sinyo belum bersedia menyebut nilai investasi yang akan digelontor THR jika akan mengembangkan wahana wisata di TSTJ.

“Itu nanti saja lah kalau semua sudah mendekati final. Saat ini kami fokus menyelesaikan urusan pembentukan PT baru agar bisa segera melangkah ke tahap selanjutnya,” tutur dia.

Seperti diketahui, THR Sriwedari berharap bisa segera mengikuti jejak PT Cikal Bintang Bangsa membangun kawasan wisata di TSTJ. PT Cikal Bintang Bangsa adalah investor pertama yang siap menggelontor investasi hingga Rp45 miliar untuk membangun wahana wisata di area seluas 15.000 meter persegi di TSTJ.

Namun, saat ini THR Sriwedari masih menyelesaikan urusan administrasi pembentukan perusahaan baru dalam bentuk perseroan terbatas (PT) yang saat ini masih diproses di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Kalau urusan PT ini sudah siap, tentu kami akan mulai siapkan paparan mengenai desain atau konsep seperti yang diminta TSTJ. Konsep ini juga sudah kami siapkan jauh-jauh hari.”

 

Lowongan Pekerjaan
PT. MEGA KHARISMA PACKINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dilema Suporter

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (31/7/2017). Esai ini karya Suwarmin, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah suwarmin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Suporter adalah pemanis dalam permainan sepak bola. Tepuk tangan suporter, nyanyian mereka, gerak dan gesture mereka, bahkan lenguhan yang…